Advertisement
Pemerintah Nekat Buka Sentra Ekonomi di Tengah Pandemi, Ini Alasannya
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid/19 Doni Monardo. BISNIS/Abdullah Azzam
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menuturkan dampak pandemi Covid-19 ikut menyebabkan turunnya imunitas masyarakat sehingga rentan terhadap paparan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
“Dampak dari kehilangan pekerjaan ini akan mengurangi daya beli masyarakat sehingga tidak mampu mendapatkan asupan makanan bergizi yang dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga berisiko terpapar Covid-19,” kata Doni melalui keterangan tertulis yang diterima JIBI/Bisnis, Jumat (5/6/2020).
Advertisement
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, imbuhnya, dampak Covid-19 telah mengakibatkan sekitar 3,7 juta pekerja formal kehilangan pekerjaan. “Ini belum termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan di sektor informal,” katanya.
Untuk menindaklanjuti hal itu, lanjutnya, pihaknya telah mempertimbangkan dampak kesehatan, sosial ekonomi, dan tenaga kerja sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo untuk menentukan tahapan pembukaan sektor ekonomi.
“Presiden Joko Widodo telah menugaskan Ketua Gugus Tugas untuk menyampaikan pembukaan kembali sektor yang memiliki dampak positif terhadap hajat hidup orang banyak," ujarnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah membuka sembilan sektor ekonomi untuk kembali beroperasi di tengah penerapan kenormalan baru atau new normal dalam menghadapi dampak ekonomi dan sosial dari pandemi Covid-19.
Doni menuturkan langkah itu telah mempertimbangkan risiko penularan yang menggunakan indikator kesehatan masyarakat berbasis data yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.
“Selain itu, penilaian dampak ekonomi dilaksanakan dengan menggunakan indikator indeks dampak ekonomi dari tiga aspek yaitu aspek ketenagakerjaan, proporsi Produk Domestik Regional Bruto sektoral, dan indeks keterkaitan sektor,” kata dia.
Adapun sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali meliputi pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Food Bank Jogja 2026 Diperkuat, Lahan Tersisa 16 Hektare
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 21 Februari 2026
- Aksi Bersih Pasar Wates Jadi Edukasi Pengelolaan Sampah
- Jadwal KA Bandara YIA 21 Februari 2026 dan Tarif Tiketnya
- Puluhan KK di Jogja Buang Limbah ke Sungai, Ini Kata Wali Kota
- Sassuolo vs Verona 3-0, Bek Timnas Indonesia Jay Idzes Tampil Solid
- Bus SIM Keliling Polda DIY Tutup Sementara, Ini Jadwalnya
- 600 UMKM Karangtengah Bantul Didorong Naik Kelas
Advertisement
Advertisement







