Kampung Tangguh di Kota Malang Ini Jadi Contoh Revolusi Mental Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau KTM Kel. Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Rabu (3/6 - 2020). Foto: Istimewa
04 Juni 2020 09:07 WIB Choirul Anam News Share :

Harianjogja.com, MALANGKampung Tangguh Mandiri (KTM) RW 5, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang dinilai sebagai contoh implementasi dari revolusi mental dengan mengusung semangat gotong royong.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai semangat gotong-royong yang ditunjukkan warga KTM Kelurahan tersebut telah mencerminkan upaya dalam menjalankan gerakan nasional revolusi mental.

"Tadi saya lihat di sini ada 'mlijo' gratis atau pasar gratis. Masyarakat siapa saja yang membutuhkan bisa ambil beras di sini, yang mampu jutga bisa ikut menyumbang. Saya kira inilah bentuk revolusi mental yang bisa kita jadikan contoh," ujarnya usai meninjau Kehidupan Normal Baru di KTM, Kota Malang, Rabu (3/6/2020).

Dia mengapresiasi langkah yang dilakukan KTM RW 5, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang dalam menyiapkan rumah isolasi bagi ODP/PDP/pun masyarakat yang disinyalir terinfeksi Covid-19.

"Sudah tepat, rumah isolasinya jangan bagus-bagus. Kalau terlalu bagus, malah kerasan di sana," katanya.

RT tangguh itu juga punya tim terlatih untuk pemulasaraan jenazah Covid-19. Muhadjir menyaksikan peragaan penanganan jenazah Covid-19. Jenazah pertama dimasukkan plastik dari arah kepala, lalu dikafani, dan dilapis plastik lagi. "Terakhir, kalau tidak ada peti, dimasukkan kantong jenazah sebelum dikubur," kata satu dari tiga petugas pemulasaran jenazah Covid-19 dari KTM Kel. Purwantoro.

Kehidupan normal baru, kata Muhadjir, artinya masyarakat hidup normal kembali dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Tidak cukup memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, atau menghindari kerumunan tetapi lebih spesifik mematuhi aturan selama berada di area publik.

"Sebetulnya yang dimaksud normal kembali itu ya menuju normal. Tetapi memang masih belum bisa penuh karena masih harus bersama-sama Covid-19 maka normalnya itu harus dengan syarat-syarat tertentu antara lain mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Dia menegaskan, dalam upaya pemulihan dampak ekonomi akibat Covid-19, pemerintah akan memperpanjang periode pemberian bantuan sosial. Salah satunya bantuan sosial tunai yang awalnya hanya sampai Juni akan diberikan hingga bulan Desember mendatang.

Bantuan yang diberikan dari semula Rp600.000/bulan berkurang menjadi Rp300.000/bulan. Pengurangan ini seiring geliat ekonomi setelah pemberlakuan kehidupan normal baru.

"Pengurangan ini untuk seluruh indonesia. Sementara hingga kini, Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos ini sudah (tersalurkan) mendekati 90% sedangkan sisanya 10% itu masuk wilayah remote area yang sulit dijangkau dan presiden sudah menyetujui untuk tidak diberi bertahap persatu bulan tapi langsung tiga bulan sekaligus khusus wilayah tersebut,” ucapnya.

Data Covid19 Kota Malang per 3 Juni 2020 menyebutkan positif Covid-19 bertambah dua orang menjadi 53 orang. Dua orang positif itu isteri dan mertua yang kontak erat dengan konfirmasi positif. Secvara itu, positif Covid-19, yakni dua meninggal dunia, empat sembuh (bertambah 4), dan dirawat 20 pasien (bertambah 2).

“Empat orang yang sembuh terdiri atas 2 warga di wilayah Kecamatan Kedungkandang, 1 warga wilayah Kecamatan Lowokwaru, dan 1 tenaga kesehatan,” ujar Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto.

Sementara itu ODR sebanyak 2.141 orang (bertambah 57), OTG 458 orang (bertambah12 orang), ODP 917 orang (bertambah 4) dengan keterangan 76 dipantau (berkurang 6), dan 840 selesai dipantau (bertambah 10) dan 1 orang meninggal, PDP total 261 orang (bertambah 4), yakni PDP meninggal 20 orang (bertambah 1), PDP sehat (selesai pengawasan) 143 orang, dan PDP perawatan 98 orang (bertambah 3).

Sumber : Bisnis.com