Empat Provinsi di Luar Jawa dengan Tren Peningkatan Kasus Covid-19

Ilustrasi - Freepik
25 Mei 2020 09:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat tren pertumbuhan kasus Covid-19 di sejumlah provinsi di luar Jawa secara fluktuatif.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada hari ini, Minggu (24/5/2020), terdapat empat provinsi dengan tren peningkatan kasus yang terbilang tinggi yakni di atas dua persen dari angka keseluruhan kasus nasional.

Keempat provinsi itu meliputi Papua dengan jumlah kasus sebanyak 556 atau sekitar 2,2 persen dari jumlah terkonfirmasi nasional, Kalimantan Selatan dengan jumlah kasus sebanyak 599 atau sekitar 2,6 persen, Sumatera Selatan dengan jumlah kasus sebanyak 736 atau sekitar 3,3 persen, Sulawesi Selatan dengan jumlah kasus sebanyak 1296 atau sekitar 5,7 persen.

Kendati demikian, Gugus Tugas menuturkan, lonjakan kasus itu diperoleh karena kapasitas pemeriksaan RT polymerase chain reaction (PCR), Tes Cepat Molekuler (TCM) maupun tes cepat Covid-19 semakin baik.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menuturkan kapasitas pemeriksaan mencapai angka 11.013 spesimen per hari. Rinciannya, Yuri mengatakan, angka itu diperolah dari 10.872 spesimen yang diperika melalui RT Polymerase Chain Reaction (PCR) dan 141 spesimen diperiksa melalui Tes Cepat Molekuler atau TCM.

“Hari ini juga masih terus kita lakukan verifikasi. Hasil pemeriksaan spesimen ini untuk kepentingan kita untuk tes masif dan tracing agresif,” kata Yuri saat memberi keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Minggu (24/5/2020).

Dengan demikian, menurut dia, pemeriksaan spesimen itu mesti diterjemahkan ke dalam usaha untuk melakukan penyelidikan epidemiologi yang nantinya bermuara pada isolasi ketat pada kasus-kasus yang ada di lapangan.

“Sementara jumlah spesimen dalam verifikasi per hari ini sebanyak 6312 spesimen,” kata dia.

Sekretaris Jenderal PB PAPDI Eka Ginanjar, membeberkan secara proporsional saat ini presentase pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta bila dibandingkan dengan provinsi lain cenderung menurun.

“Pasien kasus positif kedua setelah DKI Jakarta didominasi oleh provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Eka melalui pesan tertulis kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia.

Bahkan, menurut dia, dalam sepekan terakhir kasus-kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di luar Pulau Jawa menunjukkan kenaikan yang signifikan.

“Pertumbuhan kasus di daerah pada fase peningkatan. Kecepatannya berbeda-besa di setiap wilayah,”ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia