Hasil Survei: Masyarakat Akan Tinggalkan Transportasi Umum Seusai Pandemi Virus Corona

Bus transjakarta sepi penumpang di Cibubur, Jakarta, Selasa (17/3/2020). - JIBI/Bisnis.com/Abdurachman
25 Mei 2020 08:47 WIB Dionisio Damara News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Survei Institute for Business Value (IBM) terhadap 14.000 orang mengungkapkan sejumlah orang berencana menggunakan kendaraan pribadi lebih banyak dibandingkan angkutan umum setelah pandemi Covid-19.

Dilansir dari Popular Mechanics, Minggu (24/5/2020) memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana orang akan menggunakan transportasi, ketika dunia kembali beraktivitas normal dan mulai beradaptasi dengan virus.

Secara keseluruhan, survei menunjukkan orang-orang mempertimbangkan kembali cara mereka dalam bepergian dengan transportasi umum, layanan perjalanan, dan transportasi pribadi.

“IBM mensurvei 14.000 orang pada April, dan lebih dari 17 persen mengatakan bahwa mereka berniat untuk menggunakan kendaraan pribadi mereka lebih sering karena Covid-19,” tulis laporan tersebut.

Sebanyak 20 persen orang yang sebelum pandemi rajin menggunakan angkutan umum, seperti kereta bawah tanah, atau kereta api, mengatakan tidak lagi akan melakukannya. Sementara itu, 28 persen lainnya mengatakan bakal lebih jarang menggunakannya.

Chris Bryant dalam Bloomberg Opinion berasumsi bahwa pembelian mobil akan menjadi lebih menarik sebagai cara untuk mengisolasi secara sosial daripada menggunakan transportasi umum.

Di China, Penjualan mobil kembali bangkit setelah pemerintah setempat memulai kembali kegiatan bisnis dan memberikan sejumlah stimulus, sehingga memicu pemulihan industri otomotif dari dampak virus corona.

Di sisi lain peningkatan penjualan itu juga didukung oleh sejumlah pernyataan dari para produsen mobil global. Volkswagen AG, misalnya, menyebutkan penjualan di China mulai meningkat karena masyarakat mulai menghindari penggunaan transportasi publik.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia