Advertisement
Mantan Menkes Siti Fadilah Tuding Ada Dalang di Balik Pandemi Covid-19
Ilustrasi - Antara/Ahmad Subaidi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) periode 2010-2014 Siti Fadilah menduga sekelompok orang yang menjadi dalang pandemi Covid-19.
Siti mengatakan dugaan tersebut didasari oleh komersialisasi vaksin yang selama ini terjadi di penjuru dunia oleh pabrikan. Dengan demikain, lanjutnya, pabrikan dapat menyusun kekuatan baru untuk mengadakan pandemi berikutnya.
Advertisement
"Karena kalau pandemi, [pabrikan vaksin] panen. Otomatis dia akan bikin pandemi. Mungkin saja [pandemi ini hasil buatan manussia]. Mungkin China itu korban, Amerika Serikat juga korban," katanya saat diwawancarai Dedy Corbuzier, Kamis (21/5/2020).
Adapun, Siti juga mengatikanorang terkaya di dunia, Bill Gates, dengan pandemi Covid-19. Siti berujar dugaanya berawal dari pidatonya di World Economic Forum 2015 di Davos, Swiss. Pada pidatonya, Bill Gates menyatakan dunia akan terkena pandemi dalam beberapa tahun ke depan walaupun pendiri Microsoft Coorporation tersebut tidak memiliki disiplin dalam ilmu kesehatan.
Selain itu, lanjutnya, hampir seluruh lembaga penelitian yang bertujuan untuk memproduksi vaksin Covid-19 mendapatkan pendanaan oleh Bill Gates. "Saya tidak mencurigai, tapi orang bisa berpikir sendiri."
Di sisi lain, Siti mendorong agar pemerintah untuk mempertebal dan memfokuskan anggaran negara untuk menerliti Covid-19. Pemerintah, lanjutnya, selama ini memberikan anggaran yang sangat kecil terhadap penelitian, padahal keberadaan riset COvid-19 saat ini sangat penting.
Adapun, Siti menyampaikan bahwa produksi vaksin merupakan opsional lantaran antibody masyarakat Indonesia sangat tinggi. Namun demikian, Siti menekankan bahwa Indonesia harus mandiri terkait ketersediaan alat tes maupun vaksin Covid-19.
Hingga saat ini, para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia berlomba dengan waktu untuk mengembangkan vaksin untuk virus corona baru. Sampai sekarang, hampir 100 kelompok penelitian bekerja sepanjang waktu untuk mengembangkan vaksin potensial untuk Covid-19.
Penting untuk dicatat bahwa vaksin yang sesuai untuk manusia biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang saat melewati serangkaian uji coba manusia untuk menguji keamanan dan efisiensinya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melacak vaksin potensial untuk Covid-19 dalam evaluasi klinis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Idulfitri Jadi Kesempatan Baik Saling Hargai Perbedaan
Advertisement
Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kecelakaan Selama Arus Mudik 2026 Turun 3%
- 1.381 Warga Binaan di DIY Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Kebijakan WFH Pasca-Lebaran Diklaim Mampu Menghemat BBM hingga 20%
- Ikuti Salat Id di Sendangadi, Danang Maharsa Tekankan Gotong Royong
- Dinkes Bantul Siaga Risiko KLB dan Kasus Keracunan Saat Lebaran
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Menkeu Purbaya Prediksi Ekonomi Kuartal I Tembus 5,7 Persen
Advertisement
Advertisement








