Di Brasil, Sehari Muncul Lebih dari 11.000 Kasus Covid-19 Baru

Warga Sao Paulo, Brasil, mengenakan masker di keramaian untuk mengurangi risiko penularan virus corona Covid-19 pada 19 Maret 2020./Bloomberg - Rodrigo Capote
14 Mei 2020 14:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BRASILIA - Ledakan kasus baru Covid-19 terjadi di Brasil. Dalam sehari muncul lebih dari 11 ribu kasus baru.
 
Sebanyak 11.385 kasus baru Covid-19 terjadi dalam 24 jam di Brasil, membuat total kasus infeksi virus Corona melonjak menjadi 188.974 per Rabu (13/5). Angka kematian, menurut pengumuman Pemerintah Brasil bertambah 749 menjadi 13.149 kasus.

Jumlah kasus infeksi tersebut menempatkan Brasil sebagai negara terparah keenam di seluruh dunia dalam pandemi Covid-19, menyusul AS, Spanyol, Rusia, Britania Raya, dan Italia.

Perekonomian Brasil terpukul keras akibat wabah ini, seiring dengan langkah penanggulangan dari pemerintah negara bagian dengan menghentikan sebagian besar kegiatan bisnis dan meminta masyarakat tinggal di rumah, sebagaimana  dilakukan banyak negara di dunia.

Presiden Jair Bolsonaro berselisih dengan para gubernur negara bagian dalam beberapa pekan belakangan terkait aturan karantina wilayah. Bolsonaro menyebut penguncian wilayah justru menimbulkan lebih banyak kerugian dibandingkan penyakit Covid-19 sendiri.

"Akan ada titik di mana orang-orang yang lapar turun ke jalan," kata Bolsonaro, yang sebelumnya menyatakan pusat kebugaran dan salon sebagai layanan esensial sehingga bisa kembali beroperasi, di tengah silang pendapat itu.

Pada hari yang sama, Kementerian Ekonomi memprediksi perekonomian Brasil akan menyusut hingga 4,7 persen pada 2020 yang merupakan penurunan terbesar di negara itu sejak 1900-an.

Menurut kementerian, setiap satu pekan perpanjangan masa karantina wilayah di Brasil memakan biaya 20 miliar real Brasil, atau setara Rp50 triliun.

Walaupun demikian, Joao Doria, gubernur negara bagian Sao Paulo - wilayah terpadat dan episentrum wabah di Brazil -menyatakan tidak akan mematuhi peraturan yang dikeluarkan Bolsonaro. Seepuluh gubernur negara bagian lainnya juga menyatakan keputusan serupa.

Sumber : Antara