Advertisement

Tujuh Tewas dalam Longsor Disertai Banjir Bandang di Cisarua Bandung

Newswire
Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Tujuh Tewas dalam Longsor Disertai Banjir Bandang di Cisarua Bandung Banjir-longsor terjang Bandung Barat, tujuh meninggal & ratusan hilangProses evakuasi korban longsor di Kampung Pasirkuning hingga, Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026) ANTARA - Ilham Nugraha

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Bencana longsor disertai banjir bandang kembali mengguncang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari itu menewaskan tujuh orang dan memicu operasi pencarian besar-besaran terhadap ratusan warga yang diduga masih tertimbun material longsor.

Suara gemuruh keras menjadi pertanda awal bencana yang membangunkan warga sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam hitungan menit, aliran tanah, lumpur, dan air meluncur deras dari kawasan perbukitan Kampung Pasirkuning hingga menerjang Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.

Advertisement

Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara mengatakan, longsor tersebut terjadi secara tiba-tiba saat sebagian besar warga masih terlelap tidur. Material longsoran bergerak cepat dan membawa lumpur dalam jumlah besar.

“Saat kejadian warga mendengar suara gemuruh cukup kuat, kemudian material longsor bergerak dari arah Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda dan disertai banjir bandang,” katanya di Bandung, Sabtu.

Dampak bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga tertimbun tanah dan lumpur. Sejumlah bangunan di kawasan permukiman sekitar lokasi terdampak dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian rata dengan material longsor.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun kepolisian, hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 12.00 WIB, tujuh korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, ratusan warga lainnya masih diduga tertimbun dan terus dicari oleh tim gabungan di lapangan.

Upaya pencarian dan evakuasi melibatkan personel Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan kebencanaan, serta warga setempat. Seluruh unsur bergotong royong membuka akses dan menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.

Namun demikian, proses pencarian tidak berjalan mudah. Medan yang terjal, ketebalan material longsor, serta kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan menjadi kendala utama dalam operasi penyelamatan tersebut.

“Kami tetap berupaya maksimal melakukan pencarian korban dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan,” ujar Yogaswara.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi bencana agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menjauhi area longsoran karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi memicu longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

3 Acara di DIY Masuk Katalog Kharisma Event Nusantara, Ini Daftarnya

3 Acara di DIY Masuk Katalog Kharisma Event Nusantara, Ini Daftarnya

Jogja
| Sabtu, 24 Januari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement