Sering Mengorok pada Orang Obesitas Bisa Jadi Tanda OSA
Kebiasaan mengorok pada orang dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan OSA dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.
Kecelakaan beruntun di Kota Kediri melibatkan bus Harapan Jaya. Sopir dan kenek masih diperiksa, 11 orang luka dan dirawat di rumah sakit. /Antara.
Harianjogja.com, KEDIRI—Polisi masih mendalami insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah bus, mobil, dan sejumlah sepeda motor di Kota Kediri, Jawa Timur, yang mengakibatkan belasan orang mengalami luka-luka. Sopir dan kenek bus kini masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor kepolisian.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan mengatakan, hingga saat ini sopir dan kenek bus masih ditahan untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, karena proses penyelidikan belum rampung.
“Sopir masih kami tahan di kantor termasuk kenek karena saat ini pemeriksaan masih berlanjut,” kata Tutud Yudho Prastyawan di Kediri, Sabtu.
Ia menjelaskan, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun tersebut. Selain sopir dan kenek bus, sejumlah saksi lain juga turut dimintai keterangan guna mengungkap kronologi secara menyeluruh.
“Jadi sebelum selesai pemeriksaan, sopir ataupun kenek tidak kami keluarkan sampai kami tetapkan dalam pemeriksaan itu ada tersangka di situ,” ujarnya.
Menurut Tutud, penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian, kesengajaan, atau faktor teknis lain yang menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun tersebut. Hingga kini, identitas sopir dan kenek bus yang diperiksa juga belum diungkap ke publik.
Untuk memastikan penyebab kejadian, Polres Kediri Kota turut mendatangkan tim ahli guna melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian perkara. Hasil evaluasi dari tim tersebut dinilai penting sebagai dasar penentuan arah penyelidikan.
“Kami masih mendalami terkait dengan rem blong atau tidak. Yang jelas dari TKP itu tidak ada tanda pengereman. Kami juga mendatangkan tim untuk mengecek kondisi bus, rem, dan seluruh sistemnya, semuanya masih kami dalami,” jelas Tutud.
Insiden kecelakaan beruntun ini terjadi pada Jumat (23/1) sore dan melibatkan bus Harapan Jaya, sebuah mobil, serta sejumlah sepeda motor yang melaju searah di wilayah Kota Kediri.
Berdasarkan informasi di lapangan, bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7662 UT diketahui baru saja keluar dari Terminal Baru Kota Kediri sebelum kecelakaan terjadi.
Saat melintas di simpang empat Muning, Kota Kediri, sopir bus berniat mendahului kendaraan di depannya. Namun, bus diduga tidak dapat dikendalikan sehingga menabrak mobil dan sepeda motor di jalur tersebut.
Benturan keras menyebabkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah. Bus kemudian terus melaju hingga menabrak tembok rumah warga sebelum akhirnya berhenti.
Akibat kecelakaan beruntun tersebut, sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk sopir bus. Para korban yang merupakan penumpang mobil dan pengendara sepeda motor langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Kota Kediri untuk mendapatkan perawatan medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebiasaan mengorok pada orang dengan obesitas perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan OSA dan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.