Advertisement
Militer Iran Siaga Penuh, Tegaskan Persatuan Hadapi Ancaman AS
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Jajaran komandan militer senior Iran menegaskan kesiapan angkatan bersenjata untuk mempertahankan negara hingga “titik darah penghabisan” di tengah meningkatnya kekhawatiran Teheran terhadap potensi serangan militer Amerika Serikat (AS). Penegasan itu disampaikan bersamaan dengan seruan kuat untuk menjaga persatuan internal sebagai benteng utama menghadapi ancaman eksternal.
Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran, Ali Jahanshahi, menyebut soliditas di tubuh militer sebagai faktor penentu dalam menghadapi situasi krisis. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita Fars, menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Advertisement
“Persatuan di antara angkatan bersenjata adalah kunci untuk menggagalkan musuh dalam situasi krisis,” kata Jahanshahi. Ia menekankan bahwa seluruh unsur militer harus bergerak sebagai satu kekuatan utuh. “Angkatan bersenjata harus bertindak sebagai satu kesatuan agar musuh merasa tidak berdaya saat menghadapinya,” ujarnya.
Jahanshahi menegaskan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran akan berdiri bahu-membahu dengan Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dalam mempertahankan kedaulatan negara. Ia menambahkan bahwa tidak ada pengorbanan yang akan dihindari demi melindungi wilayah Iran dari ancaman asing.
BACA JUGA
Pernyataan senada disampaikan Komandan Pasukan Darat IRGC Brigadir Jenderal Mohammad Karami. Dalam kesempatan terpisah, Karami menyatakan bahwa persatuan antarkekuatan militer selama ini telah berhasil menggagalkan berbagai rencana musuh yang menargetkan Iran.
“Sinergi yang ada di antara angkatan bersenjata merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diperkuat dengan sungguh-sungguh,” kata Karami, menegaskan pentingnya menjaga kohesi di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat.
Pernyataan para petinggi militer Iran tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di Israel terkait kemungkinan serangan pendahuluan dari Iran. Pada saat yang sama, Teheran juga mencermati potensi dirinya menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan Channel 12 Israel pada Jumat.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan, langkah yang dinilai Teheran sebagai sinyal eskalasi dan tekanan strategis terhadap Iran.
Tekanan dari AS dan Israel terhadap Iran kian meningkat sejak akhir Desember 2025, bertepatan dengan merebaknya aksi protes di berbagai wilayah Iran akibat memburuknya kondisi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Situasi domestik itu turut memperkeruh ketegangan antara Teheran dan Washington.
Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat memanfaatkan sanksi ekonomi, tekanan politik, serta kerusuhan domestik sebagai dalih untuk melakukan intervensi militer dan mendorong perubahan rezim, tudingan yang kembali mengemuka seiring meningkatnya ketegangan regional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Papua
- Satgas Ungkap 20 KKB Serang Pesawat Smart Air di Papua, Dua Kru Tewas
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- The Ground of Fire, Pameran Lutfi Yanuar di Bantul
- Harga Emas Antam Terbaru Tembus Rp2.954.000 per Gram
- Trump Ancam Gunakan Kekuatan Besar ke Iran
- Basarnas Himpun 400 Relawan di Jambore SAR Nasional
- Kapolri Ajak Ansor dan Banser Jaga Kamtibmas
- Hamas Minta TNI Netral jika Indonesia ke Gaza
- Delima Bantu Kesehatan Jantung
Advertisement
Advertisement








