Doa Kebangsaan & Kemanusiaan, Jokowi: Kepanikan adalah Separuh Penyakit, Ketenangan adalah Separuh Obat

Presiden Joko Widodo (tengah) menemui Wantimpres untuk mendiskusikan dan mendengarkan masukan permasalahan dan dampak Covid-19 di Jakarta, Senin (11/5 - 2020). Istimewa
14 Mei 2020 12:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dalam menghadapi pandemi virus Corona penyebab Covid-19, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat menghadapinya dengan tenang dan sabar.

Menurut Presiden, kepanikan adalah jalan masuk bagi penyakit. “Mari kita hadapi ujian ini dengan tenang dan sabar. Kepanikan adalah separuh penyakit. Ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan,” katanya dalam acara Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan yang digelar oleh Kementerian Agama secara daring, Kamis (14/3/2020).

Jokowi juga berpesan agar masyarakat Indonesia menjauhkan ketakutan berlebihan, menghilangkan rasa cemas, serta membangkitkan optimisme, dan empati. Dia juga mengingatkan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melihat sekeliling dan mengulurkan bantuan.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengucapkan raya syukur atas solidaritas masyarakat Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Tidak sedikit yang memberikan bantuan kepada yang membutuhkan dan bahkan mendaftarkan diri menjadi relawan membantu para pejuang di garda terdepan.

“Insyaallah Tuhan yang maha kuasa akan membuka jalan bagi kita semua," tutup Jokowi.

Adapun Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengikuti acara Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan yang digelar oleh Kementerian Agama secara daring. Acara doa bersama ini mengangkat tema 'Mendoakan Indonesia Bebas dari Covid-19, Membangkitkan Kepedulian dan Rasa Kemanusian'.

Ini merupakan acara doa bersama kedua yang diadakan Kemenag selama masa pandemi virus corona. Pada perhelatan pertama 16 April 2020, Jokowi tak ikut. Saat itu, hanya Wakil Presiden Ma'ruf Amin saja yang hadir dalam acara tersebut.

Acara doa bersama juga dihadiri oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Agama Fachrul Razi, dan juga tokoh lintas agama.

Sumber : Bisnis.com