Advertisement

Belva Mundur dari Stafsus Milenial, Fadli Zon: Sekalian Harus Mundur dari Proyeknya

Newswire
Rabu, 22 April 2020 - 12:57 WIB
Nina Atmasari
Belva Mundur dari Stafsus Milenial, Fadli Zon: Sekalian Harus Mundur dari Proyeknya Tangkapan layar akun Instagram Adamas Belva Syah Devara. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial, Adamas Belva Syah Devara menyatakan mundur dari jabatan tersebut. Belva diketahui juga CEO Ruangguru. Mendengar hal tersebut, anggota DPR RI Fadli Zon juga meminta agar Belva menarik perusahaannya dari proyek Kartu Prakerja.

Ruangguru menjadi salah satu perusahaan teknologi di bidang pendidikan yang ikut andil dalam program Kartu Prakerja. Pemerintah menggelontorkan Rp 5,6 triliun untuk pengadaan pelatihan melalui daring dan Ruangguru menjadi salah satu platform yang ikut dalam proyek tersebut.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurut Fadli, mundurnya Belva dari stafsus Presiden juga harus disertai dengan mundurnya Ruangguru dari proyek Kartu Prakerja.

"Harusnya batalkan juga proyek ini, penuh konflik kepentingan dan akal-akalan," kata Fadli melalui akun Twitternya @fadlizon pada Selasa (21/4/2020).

"Sekalian harus mundur dari proyeknya," tambahnya.

Sebelumnya, damas Belva Syah Devara mengumumkan pengunduran diri sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Selasa (21/4/2020).

"Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020 dan disampaikan langsung ke Presiden pada 17 April 2020," kata Belva melalui akun instagram miliknya pada Selasa.

Belva mengakui pengunduran dirinya dipicu oleh keikutsertaan perusahaan miliknya Ruang Guru dalam program Kartu Prakerja yang mendapat banyak kritik dari masyarakat.

Alumnus dari 3 universitas Amerika Serikat yaitu Massachusetts Institute of Technology, Stanford University dan Harvard University itu menjelaskan, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Karenanya, dia mengklaim tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.

"Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan," kata dia.

Dia mengakui, kalau skandal itu menjadi polemik berkepanjangan, dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Presiden Jokowi dalam menghadapi masalah pandemi covid-19.

"Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran diri saya. Walau singkat, sungguh banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Besok, Jembatan Kretek 2 di JJLS Bantul Akhirnya Dibuka untuk Uji Coba

Bantul
| Senin, 30 Januari 2023, 15:42 WIB

Advertisement

alt

Pantai Nglambor, Surganya Biota Laut Gunungkidul

Wisata
| Senin, 30 Januari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement