Advertisement
BGN: Ribuan Dapur MBG Dorong Jutaan Lapangan Kerja Baru
Murid SMPN 1 Bantul mengembalikan ompreng seusai menyantap MBG di sekolah tersebut, Rabu (21/1/2026). Pemkab Bantul menyebut dari target 98 SPPG yang akan didirikan di wilayah ini sudah beroperasi sebanyak 82 SPPG. - Harian Jogja - Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah seiring bertambahnya jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan setiap satu dapur SPPG membutuhkan sekitar 47 relawan untuk mendukung operasional pelayanan makanan bergizi.
Advertisement
“Dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai sekitar 21.000 unit, program MBG diperkirakan menyerap sedikitnya 987.000 tenaga kerja secara langsung di dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia,” kata Nanik dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Selain menciptakan lapangan kerja langsung, program MBG juga mendorong penyerapan tenaga kerja tidak langsung melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok bahan pangan bagi dapur SPPG.
BACA JUGA
Berdasarkan hasil pendalaman tim investigasi BGN, UMKM pemasok seperti produsen tahu, tempe, telur asin, hingga sayuran rata-rata membutuhkan tambahan tiga hingga lima pekerja untuk memenuhi kebutuhan operasional dapur MBG.
Dengan asumsi setiap SPPG memiliki sekitar 15 pemasok dan jumlah dapur mencapai kurang lebih 22.000 unit, program ini dinilai mampu menggerakkan sekitar 40.000 UMKM. Dari sisi ketenagakerjaan, dampaknya diperkirakan menyerap hingga tiga sampai empat juta tenaga kerja secara tidak langsung.
Nanik menambahkan, alokasi anggaran sebesar Rp15.000 per porsi MBG turut memberikan efek ekonomi berantai karena menggerakkan rantai pasok pangan lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di berbagai sektor pendukung.
“Program MBG tidak hanya memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses pangan bergizi, tetapi juga dirancang dalam bentuk penyediaan makanan langsung agar manfaatnya tepat sasaran serta mendukung perbaikan status gizi anak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Sempat Longsor Tiga Kali, Jalur Clongop Gunungkidul Kembali Dibuka
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
- ASN di DIY Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
- Dispusip Sleman Dukung Kualitas Literasi Tanpa Anggaran
- Marc Klok Tegaskan Pentingnya FIFA Series 2026 Bagi Timnas Indonesia
- PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulu Tangkis Indonesia di All England 2026
- Warga Sleman Siap-siap, Bakal Ada 1.000 Sambungan Jargas Baru
Advertisement
Advertisement








