34.853 Jemaah Haji Pulang via Soetta, Kepulangan Dimulai 1 Juni
Sebanyak 34.853 jemaah haji akan tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Juni 2026. Kepulangan perdana dimulai dari Jeddah pada 1 Juni.
Jejak tapak kaki satwa diduga macan tutul.dok/harianjogja
Harianjogja.com, BANDARLAMPUNG—Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung memastikan temuan jejak kaki satwa di area perkebunan nanas milik PT Great Giant Pineapple (GGP), Kabupaten Lampung Timur, merupakan tapak harimau sumatra.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, setelah pihaknya melakukan rapid analysis atas laporan petugas keamanan perusahaan.
“Kepastian itu tapak kaki harimau sumatra setelah kami melakukan rapid analysis berdasarkan dokumentasi yang disampaikan petugas keamanan,” kata Itno dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Minggu.
Ia menjelaskan, analisis dilakukan menggunakan dokumentasi foto jejak yang dilengkapi pembanding ukuran bungkus rokok sebagai standar skala. Metode tersebut digunakan untuk memastikan ukuran dan karakteristik tapak secara lebih akurat.
“Dari hasil analisis morfologi jejak, dapat disimpulkan bahwa tapak tersebut paling konsisten mengarah pada harimau sumatra,” ujarnya.
Secara morfologis, jejak menunjukkan empat jari telapak yang jelas tanpa bekas kuku—ciri khas keluarga kucing besar (Felidae). Selain itu, bantalan tengah telapak tampak besar dengan tiga lekukan di bagian posterior, yang merupakan karakter umum jejak harimau.
Temuan ini juga diperkuat oleh faktor lokasi. Berdasarkan data koordinat, titik ditemukannya jejak berada sekitar 350 meter dari kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Menurut Itno, kawasan tersebut dikenal sebagai habitat penting berbagai satwa dilindungi, termasuk harimau sumatra, serta berfungsi sebagai koridor jelajah satwa. Oleh karena itu, kemunculan jejak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan taman nasional masih tergolong wajar.
“Pergerakan harimau dewasa bisa terjadi untuk mencari mangsa, memperluas teritori, atau sekadar melintas. Ini merupakan perilaku alami satwa liar,” katanya.
Merujuk pada analisis risiko konflik manusia dan satwa sesuai Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.48 Tahun 2008, BKSDA menilai potensi konflik dalam kasus ini masih tergolong rendah.
“Keberadaan satwa baru terdeteksi melalui jejak dan belum menimbulkan kerugian ekonomi maupun korban jiwa. Meski demikian, kewaspadaan dan langkah mitigasi lanjutan tetap diperlukan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 34.853 jemaah haji akan tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Juni 2026. Kepulangan perdana dimulai dari Jeddah pada 1 Juni.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jepang menang 1-0 atas Islandia dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. Momen ini juga menjadi laga perpisahan kapten Maya Yoshida di Stadion Nasional Toky
Rempah alami seperti bawang putih, kunyit, jahe, dan rosemary diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol jahat. Simak penjelasan ilmiah dan cara konsumsinya
KTM terseret skandal dugaan manipulasi motor off-road agar bisa digunakan di jalan raya. Investigasi media Eropa mengungkap praktik penurunan tenaga mesin sebel
Pertamina resmi mengubah harga BBM non-subsidi mulai 1 Juni 2026. Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.750 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex turun lebi