Prakiraan Cuaca Indonesia Selasa, BMKG Ungkap Wilayah Hujan
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Panen jagung di Celep, Srigading, Sanden, Bantul, Kamis (10/10/2019). - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan komoditas jagung pangan guna mendukung kebutuhan industri pangan nasional sekaligus memperkokoh pasokan dalam negeri.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, mengatakan pengembangan jagung pangan menjadi bagian dari target swasembada jagung 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering.
“Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” kata Yudi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar pemanfaatan jagung diperluas tidak hanya untuk pakan ternak, tetapi juga sebagai bahan baku industri pangan nasional.
Menurut Yudi, pengembangan jagung pangan kian memungkinkan seiring dukungan teknologi pengolahan yang semakin maju. Dari sisi produksi, tren peningkatan terus terjadi.
“Badan Pusat Statistik memproyeksikan potensi produksi jagung pada Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dengan surplus dan stok carry over sekitar 4,5 juta ton berdasarkan neraca pangan nasional, pemerintah memastikan kebutuhan jagung dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor. Untuk melindungi produsen, harga pembelian di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.
Ketersediaan pasokan tersebut menjadi dasar pemerintah mendorong perluasan pemanfaatan jagung ke sektor industri pangan. Selama ini, jagung nasional masih didominasi untuk kebutuhan pakan ternak, terutama ayam petelur dan pedaging.
Pemerintah kini mengarahkan jagung sebagai bahan baku industri pangan domestik guna menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas. Kebutuhan jagung pangan industri nasional diperkirakan mencapai sekitar 450.000 ton per tahun, terutama untuk industri pengolahan pati dan produk turunannya.
Salah satu industri yang membutuhkan pasokan jagung berpati tinggi adalah PT Tereos FKS Indonesia. Untuk menopang kebutuhan tersebut, Kementan berkoordinasi dengan produsen benih nasional, termasuk PT Restu Agropro Jayamas di Kediri, Jawa Timur.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Tiurmauli Silalahi, menambahkan pemerintah memperkuat sinergi petani dan industri melalui pengembangan varietas jagung pangan sesuai kebutuhan industri.
“Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung agar pasokan industri berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Kementan optimistis strategi tersebut akan menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.