Angka Kematian akibat Covid-19 di Portugal Rendah, Ini Rahasianya

Kawasan Carregal do Sal, Portugal - wikipedia
16 April 2020 22:07 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Protugal menjadi salah satu negara di Eropa yang memiliki banyak penduduk berusia lanjut. Akan tetapi, angka kematian karena Covid-19 di negara tersebut terbilang rendah, hanya sekitar 3%.

Jumlah persentase kematian yang rendah tidak serta merta menunjukkan bahwa sebuah negara memiliki sistem dan layanan kesehatan yang memadai, tetapi lebih menunjukkan bahwa warganya menjalankan upaya penanggulangan virus dengan lebih baik.

Ricardo Baptista Leite, dokter spesialis penyakit dalam mengatakan bahwa statistik yang mengejutkan dari Portugal tidak lantas mencerminkan kualitas sistem perawatan kesehatan di negara tersebut. Dia bahkan menyebut ada potensi yang lebih buruk karena kelemahan sistem kesehatan di negaranya.

“Akan tetapi orang-orang Portugis mengerti dengan jelas bahwa jika mereka ingin selamat, maka mereka harus melakukan banyak hal untuk menghancurkan kurva dan menekan jumlah kasus baru. Negara ini telah menunjukkan solidaritas yang luar biasa,” katanya seperti dikutip Express, Kamis (16/4).

Dilaporkan bahwa Portugal memiliki populasi tertinggi ketiga penduduk berusia 80 tahun ke atas di wilayah Eropa, tepat berada di belakang Italia dan Yunani. Negara itu juga hanya memiliki rasio 4,2 tempat perawatan kritis per 100.000 orang.

Angka tersebut merupakan yang terendah di antara negara-negara anggota Uni Eropa. Sebagai perbandingan, negara tetangganya Spanyol memiliki 9 tempat tidur perawatan kritis per 100.000 penduduk.

Namun terlepas dari angka-angka tersebut, Portugal memang dinilai menjadi negara yang menjalankan implementasi lockdown ketat. Sejak diumumkan pada 18 Maret lalu, warga negara di sana benar-benar patuh. Sebuah survei yang dilakukan bahkan menunjukkan bahwa 51 persen orang lebih suka tinggal di rumah.

Perdana Menteri Portugal Antonio Costa mengatakan bahwa dari awal krisis COVID-19 terjadi di negaranya, masyarakat telah memahami bahwa tinggal di rumah merupakan cara terbaik yang dapat mereka lakukan untuk mendukung petugas kesehatan.

“Kita harus merayakan disiplin diri yang luar biasa yang ditunjukkan orang-orang,” katanya dalam sebuah wawancara radio pada Selasa (14/4).

Respons Portugal terhadap kasus virus corona ini termasuk di antaranya adalah menutup sekolah-sekolah pada 16 Maret ketika jumlah kasus di negara tersebut baru menyentuh angka 245 kasus infeksi. Pemerintah setempat juga segera melarang pertemuan publik di jantung ibukota, Lison segera setelah kasus mencuat.

Adapun, berdasarkan data Worldometer hingga hari ini Portugal telah mencatatkan data sebanyak 18.000 kasus infeksi, dengan jumlah kematian sebanyak 599 kasus dan angka pasien sembuh sebanyak 383 kasus.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia