Update Corona Indonesia: Pasien Positif Bertambah 399 dalam Satu Hari Jadi 4.241

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020). - Antara/Aditya Pradana Putra
12 April 2020 16:37 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah mencatat 399 penambahan kasus baru pasien positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia, pada Minggu (12/4/2020). Saat ini, total pasien Covid-19 sebanyak 4.241 orang.

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan data terbaru itu dihimpun dari seluruh rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di seluruh Indonesia pada Minggu siang.

Penambahan kasus positif Covid-19 itu diperoleh dari hasil pemeriksaaan polymerase chain reaction (PCR).

"Maka, total pasien yang positif kini yang telah terkonfirmasi menjadi 4.241 kasus," ujar Yuri, sapaan Yurianto, dalam konferensi pers, Minggu (12/4/2020).

Selain itu, ada penambahan kasus meninggal sebanyak 46 kasus sehingga saat ini sudah ada 373 orang yang meninggal karena virus Corona di Indonesia.

Di sisi lain, ada peningkatan sebanyak 73 pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan begitu, total ada 359 pasien yang telah sembuh.

Dia menambahkan, sampai dengan hari ini sudah lebih dari 27.000 orang yang sudah diperiksa menggunakan metode PCR real time.

“Ini menunjukkan bahwa kita secara serius akan mencari kasus positif di tengah masyarakat," ujar Yuri

Selain itu, Yuri menyebut sudah lebih dari 60 di seluruh Indonesia diaktifkan dan ditingkatkan untuk pemeriksaan spesimen.

Selain itu, sudah lebih dari 790.000 APD dengan kualitas terbaik yang kita distribusikan untuk seluruh tenaga medis.

"Kami juga sudah mengeluarkan rekomendasi terkait dengan Rapid Diagnostic Test berbasis antibodi Covid-19 sesuai dengan edaran WHO per 7 April 2020,"

Ini yang menjadikan pedoman agar pelaksanaan rapid test bisa sebagai screening di tengah masyarakat.

Yuri menjelaskan ada tiga rekomendasi prioritas penggunaan rapid test. Di antaranya ditujukan untuk kontak tracing kasus terkonfirmasi positif. Kedua ditujukan untuk tenaga medis dan kesehatan,

"Supaya kita bisa mendeteksi secara dini dan cepat kemungkinan terinfeksinya tenaga kesehatan ini karena pekerjaannya merawat penderita Covid-19," pungkasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia