Pemerintah Sebut Masa Inkubasi Corona di Indonesia Rata-Rata 5-6 Hari

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020).-Antara - Sigid Kurniawan
11 April 2020 00:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKRTA--Pemerintah menyebut rata-rata masa inkubasi virus Corona di Indonesia lebih pendek.

Jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah hingga hari ini, Jumat (10/4/2020).

Juru Bicara pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyebut ada 219 kasus baru di Indonesia.

Penambahan kasus ini, lanjut dia, umumnya terjadi pada 5 sampai 6 hari usai orang tersebut kontak dengan pasien positif Covid-19. Sehingga tidak lagi harus menunggu sampai 14 hari masa inkubasi virus di tubuh.

"Ada tambahan 219 kasus baru, diperkirakan diinfeksinya 5 sampai 6 hari lalu, sehingga totalnya ada 3.512 kasus," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2020).

Dirjen P2P Kemenkes itu membenarkan jika rata-rata inkubasi virus itu terjadi di Indonesia. Sehingga data yang diumumkan setiap harinya, merupakan cerminan data penularan yang terjadi di 5 dan 6 hari lalu.

"Artinya kasus yang kita dapatkan hari ini, sebenarnya adalah kasus yang terinfeksi pada 5 sampai 6 hari lalu. Oleh karena itu gambaran kasus hari demi hari merepresentasikan apa yang terjadi di 5 sampai 6 hari lalu," kata dia.

Jika biasanya data menunjukkan mayoritas kasus baru terjadi di DKI Jakarta, 219 kasus baru kali ini tersebar luas hampir ke seluruh Indonesia. Sebanyak 47 kasus ada di DKI, 33 kasus di Jawa Timur, 29 kasus di Sulawesi Selatan, 25 kasus di Banten, 13 Kasus di Sumatera Barat, dan 12 kasus di Jawa Barat maupun Bali.

Yurianto juga mengumumkan penambahan kasus sembuh menjadi 30 orang, sehingga total yang sembuh ada sebanyak 282 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 26 orang, sehingga total korban jiwa ada sebanyak 306 orang.

"Mari bersama-sama sadari betul, bahwa proses penularan yang terjadi harus kita hentikan harus kita akhiri dengan menjaga jarak gunakan masker, tidak perlu keluar rumah jika tidak mendesak," tutupnya.

Sumber : Antara