Dicibir Warganet soal Bagi Sembako, Ngabalin Pasang Badan Bela Jokowi

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. - Suara.com/Dwi Bowo Raharjo
10 April 2020 23:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin pasang badan membela Presiden Jokowi yang saat ini dicibir warganet setelah bagi-bagi sembako ke ojek online.

Aksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan sembako kepada pengemudi ojek online di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, menuai kritik dari warganet di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mempertanyakan apa yang menjadi persoalan aksi Jokowi yang membagikan sembako. Ia menilai pembagian sembako merupakan kebiasaan Jokowi sebagai pemimpin yang kerap bertemu langsung dengan rakyatnya.

"Sisi apa yang harus menjadi persoalan kalau itu Presiden memberikan langsung kepada warga di pinggir jalan atau ini kan bukan baru pertama kali beliau (Jadi Wali Kota) di Solo juga pernah begitu, pada waktu Gubernur juga begitu," ujar Ngabalin saat dihubungi Suara.com, Jumat (10/4/2020) malam.

Menurut Ngabalin, aksi Jokowi tersebut seharusnya bisa dijadikan contoh pada pemimpin yang lain.

Karena itu Ngabalin menyebut cara Jokowi yang membagikan sembako adalah hal yang biasa dan tidak harus dipersoalkan.

"Ya enggak apa-apa sebagai seorang pemimpin memberikan contoh kepedulian kan normal sekali, paling tidak kan kita selama ini tidak pernah melihat ada pemimpin negara seperti itu," katanya.

"Jadi kalau kali ini Pak Jokowi memberikan memperlakukan dirinya seperti itu dalam melayani masyarakat di pinggir jalan, di sisi mana yang harus jadi persoalan, kemudian bermasalah dengan langkah yang beliau lakukan," Ngabalin menambahkan.

Ngabalin menyebut cara Jokowi memberikan sembako kepada ojol di tengah pandemi corona harus diapresiasi.

"Saya kira justru kita harus berikan apresiasi luar biasa. Ini kan manusia biasa seorang presiden Jokowi ini kan manusia biasa, punya perasaan ,di bagasi mobilnya itu selalu itu paket-paket itu ada. Nggak ada yang salah, saya kira normal biasa saja," katanya


Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan mobil RI 1 alias kendaraan dinas Presiden Jokowimembagi-bagikan sembako di tengah wabah corona.

Video yang viral di media sosial ini diunggah oleh akun Instagram @jakarta.terkini pada Kamis (9/4/2020).

Menurut penjelasan akun @jakarta.terkini, kejadian dalam video itu terjadi di kawasan Harmoni Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2020).

Tampak dalam video itu, sejumlah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengawal mobil RI 1 yang berhenti di depan para ojek online yang parkir.

Sekitar 5 anggota Paspampres berada di samping mobil bertugas menjaga jarak antara pengemudi ojek online dan mobil RI 1. Mereka memakai masker dan sarung tangan.

Salah satu Paspampres kemudian membuka bagasi mobil. Ia dengan cepat mengeluarkan kantong-kantong yang diduga berisi sembako.

Anggota Paspampres lain membantunya menyerahkan sembako tersebut kepada para pengemudi ojek online.

Cara bagi-bagi sembako yang dilakukan Presiden Jokowi ini menuai kecaman dari warganet.

Seperti warganet di Twitter @fahrisalam yang berkomentar, "Harus banget ya sekelas presiden masih pakai cara begini. Hadeh".

Cuitan itu kemudian diunggah ulang oleh penulis Aan Mansyur.

"Gimmick governance," tulis @hurufkecil, akun Twitter resmi milik Aan Mansyur

Sejumlah warganet di Instagram juga mempertanyakan cara Jokowi membagikan sembako seperti dalam video viral itu.

"Itu dari pak Jokowi langsung dari uang pribadinya atau dari uang rakyat Indonesia melalui pak jokowi?" tanya seorang warganet.

"Emang harus ya itu mobil sedannya pakai diisi ulang segala, kenapa gak langsung di kasihin aja!" kritik warganet lainnya.

Seorang warganet juga meminta Jokowi untuk membagikan sembako kepada kelompok masyarakat lainnya. Tidak hanya kepada ojek online saja.

Sumber : Suara.com