Pandemi Corona Belum Reda, Pelajar DIY Belajar di Rumah Diperpanjang Sampai Pertengahan April

Ilustrasi belajar di rumah - Antara/Iggoy el Fitra
30 Maret 2020 21:07 WIB Lajeng Padmaratri News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memperpanjang masa pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah di seluruh DIY yang semula berakhir pada Selasa (31/3/2020) besok menjadi ditambah selama dua pekan sampai Selasa (14/4/2020).

Kepala Bidang Perencanaan dan Standardisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya, menyebutkan perpanjangan itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur DIY No.421/5598 tanggal 30 Maret 2020 tentang Perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh Bagi Perseta Didik. “Benar [diperpanjang],” kata Didik pada Senin (30/3/2020).

Dalam surat itu disebutkan perpanjangan ini didasari oleh status tanggap darurat bencana Covid-19 di DIY yang berlangsung sampai 29 Mei mendatang. Kegiatan belajar jarak jauh yang dimulai pada Senin (23/3/2020) lalu dan direncanakan berlangsung sampai Selasa (31/3/2020) akhirnya diperpanjang sampai 14 April.

Perpanjangan ini ditujukan bagi siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB. Sementara bagi siswa TK/RA, kegiatan pembelajaran diliburkan mulai 1 - 14 April. Tak hanya itu, proses pembelajaran Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C juga dihentikan sementara.

Pemda DIY akan tetap mengikuti perkembangan terkini berkaitan dengan Covid-19 untuk mengambil langkah antisipasi berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di DIY. Disdikpora DIY juga telah melakukan evaluasi dengan disdikpora seluruh kabupaten dan kota se-DIY pada Jumat (27/3/2020) lalu.

Didik mengatakan Disdikpora DIY mengevaluasi sejumlah aspek mengenai metode pembelajaran jarak jauh tersebut. Evaluasi itu meliputi efektivitas proses belajar mengajar, beban siswa berkaitan dengan tugas yang diberikan guru, kemungkinan penyesuaian jadwal belajar, hingga penggunaan aplikasi.

“Mungkin ada yang jadwalnya sudah diubah [dari jadwal semula di sekolah] menjadi sehari hanya tiga mata pelajaran,” tuturnya.

Didik tidak mempermasalahkan pilihan aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh, antara guru dan siswa. Disdikpora DIY saat ini memiliki platform belajar daring bernama Jogja Belajar Class (JB Class). Namun ia mengakui jika seluruh siswa di DIY menggunakan platform ini, servernya belum mampu maksimal dan kemungkinan akan mengalami pelambatan akses.

Sementara, di luar itu banyak aplikasi lain yang lebih terjangkau. Bahkan ia menyebut ada sejumlah platform belajar digital yang sebulan ini menggratiskan pembelajaran. “Itu juga bisa dipakai, yang penting proses penyampaian pembelajaran dan informasinya bisa berlangsung dengan baik,” ujar dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia