PBNU Minta Silaturahmi Lebaran 2020 Lewat Online

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyalami warga satu per satu saat open house syawalan Lebaran 2019 di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Senin (10/6/2019) - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
28 Maret 2020 09:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PBNU melalui Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas, meminta seluruh umat muslim di Indonesia mengurungkan niatnya mudik ke kampung halamannya pada musim Lebaran tahun 2020, mengingat pandemi Covid-19 semakin merebak.

Menurut dia, niat mudik untuk bersilaturahmi dengan sanak famili saat menyambut Hari Raya Idul Fitri nanti sebaiknya cukup melalui daring (online) saja sehingga bisa membantu pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19.

"Ya silaturahmi bisa dilangsungkan melalui daring. Lewat video call aja. Sekarang sarana telekomunikasi sudah luar biasa bagus. Pasti dalam keluarga ada yang megang telepon pintar," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (28/3/2020).

Ia menyebut, bila seseorang tetap memaksakan mudik, dikhawatirkan nanti mereka malah membawa musibah kepada keluarganya di kampung yang tidak terpapar Covid-19. Sebab, tak ada yang bisa memastikan kondisi kesehatan para pemudik ketika menempuh perjalanan jauh.

"Kalau itu yang terjadi, justru dia pulang tidak membawa kebahagiaan dengan keluarga dan lingkungannya, tapi justru membawa penyakit dan musibah. Jangan sampai justru membawa derita di tengah keluarga," ujarnya.

Ia menjelaskan, hukum mudik dalam Islam itu hanya sebatas sunnah. Oleh karenanya, ibadah itu tak dilaksanakan terlebih dahulu pada tahun ini demi menekan penyebaran virus corona.

"Di tengah wabah Covid-19 diharapkan agar masyarakat muslim mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, mudik di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, memiliki risiko yang sangat tinggi terkait penyebarannya.

"Kami sarankan hati-hati sebisa-bisanya mudik ditunda sampai kondisi baik. Ini jadi perhatian pemerintah karena kami tidak mau kasus bertambah," kata Yuri sapaan akrabnya dalam konferensi pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Sumber : Okezone