Persiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Ditarget Selesai Besok

Ilustrasi. - Antarafoto/Aswaddy Hamid
21 Maret 2020 15:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan rumah sakit untuk pasien Corona (Covid-19) dengan memanfaatkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal Perumahan mengerahkankan lebih dari 700 tenaga kerja untuk merampungkan persiapan pembangunan Ruman Sakit Darurat Covid-19 tersebut.

Hingga saat ini, progres pembangunan RS Darurat Covid-19 sudah mencapai 50% lebih, dan diperkirakan dapat rampung Minggu (22/3/ 2020).

"Kami mengerahkan tenaga kerja sekitar 700 orang lebih untuk menyelesaikan pembangunan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran sesuai arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [Basuki Hadimuljono]. Kami telah menyiapkan empat tower di Wisma Atlet Kemayoran akan dijadikan RS Darurat Covid-19," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, saat mengecek proses pembangunan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Khalawi menyatakan, Ditjen Perumahan akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya agar persiapan pemanfaatan Wisma Atlet Kemayoran untuk dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 dapat berjalan dengan baik di lapangan.

Berdasarkan site plan yang sudah dibuat Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, imbuhnya, setidaknya ada empat tower yang akan digunakan, yakni tower 1,3,6 dan 7 di Blok D10, yang berada dekat RS Mitra Kemayoran.

Adapun rencana pemanfaatan tower yang ada, yakni tower 1 adalah lantai 1 sampai dengan 24 untuk dokter dan tenaga medis. Di tower 1 tersedia 650 unit ruangan yang dapat menampung sekitar 1.750 orang.

Kemudian tower 3, mulai lantai 1 - 24 difungsikan sebagai Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Di tower ini tersedia 650 unit ruangan dan dapat menampung sekitar 1.750 orang.

Tower 6, mulai lantai 1 - 24 difungsikan sebagai rumah sakit darurat dan ruang rawat inap pasien. Pada tower ini tersedia 650 unit ruangan yang dapat menampung sekitar 1.750 pasien. Satu unit ruangan dapat menampung 3 pasien.

Sedangkan untuk tower 7 akan digunakan untuk beberapa fungsi antara lain, lantai 1 untuk IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 untuk ruang pemulihan, lantai 4 hingga 24 untuk ruang rawat inap pasien. Di tower ini terdapat 886 unit dan dapat menampung 2.458 pasien.

Adapun pekerjaan perapian dan perbaikan tower 1 dikerjakan oleh PT. Adhi Karya, tower 3 dikerjakan oleh PT. Nindya Karya, tower 6 dikerjakan oleh PT. Waskita Karya dan PT. Brantas Abipraya.

Tower 7 dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya dan PT. Pembangunan Perumahan (PP, dan yang ditunjuk sebagai konsultan perencanaan dan pengawasan pekerjaan tersebut adalah PT. Bina Karya.

"Dari data di lapangan, progres pembangunan RS Darurat Covid-19, sampai dengan saat ini [Jumat 20/3/2020] sudah mencapai 50 persen. Kami harap, pada hari Minggu [22/3/2020] telah selesai 100 persen," tandasnya.

Peralatan Logistik sudah Mulai Masuk

Khalawi menjelaskan, saat ini sebagian logistik, seperti peralatan medis dan tim medis akan mulai masuk RS Darurat Covid-19 mulai Sabtu (21/3/2020). Para petugas kesehatan diharapkan sudah dapat bertugas merawat pasien yang dikoordinasikan oleh Rumah Sakit RSPAD Gatot Subroto, pada Senin (23/3/2020).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan seluruh pihak terkait penanganan Covid-19, seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh BNPB.

Khalawi juga menjelaskan, pihaknya berterimakasih atas dukungan dari berbagai pihak dalam proses pembangunan RS Darurat Covid-19. Untuk operasionalisasi dan kebersihan tower 1, 6, 7 adalah INA Hotel, sedangkan untuk tower 3 adalah Moritz.

Instalasi dan alat kesehatan serta alat rumah sakit dikordinir oleh RSPAD Gatot Subroto, yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan paramedis.

Lay out rumah sakit tower 7 lantai 1-3 didesain dan ditetapkan oleh RSPAD Gatot Subroto. PT. Panasonic Indonesia juga ikut memberikan bantuan berupa servis AC di seluruh tower dan PT. PLN bertanggung jawab penuh atas kelistrikan di seluruh tower.

Selain itu, untuk kebutuhan air, PPK Kemayoran turut andil dalam kontribusi penanganan Darurat Covid-19. PT. Bank Mandiri juga ikut memberikan bantuan quality insurance untuk rumah sakit.

Sumber : Suara.com