Xi Jinping Kunjungi Wuhan untuk Pertama Kalinya Sejak Ada Wabah Corona

Seorang petugas mempersiapkan peralatan untuk tindakan medis pasien terinfeksi virus corono Wuhan di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Kota Dumai, belum lama ini. - Antara/Aswaddy Hamid
10 Maret 2020 14:17 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penyebaran virus corona atau Covid-19 di tempat asalnya yakni Provinsi Wuhan, China mulai mereda. Presiden China Xi Jinping memutuskan mengunjungi Wuhan, untuk pertama kalinya sejak adanya wabah tersebut.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap pemerintah China yang berhasil menekan penyebaran virus di dalam negeri. Xi yang tiba hari ini, Selasa (10/3/2020), dijadwalkan bertemu pekerja medis, personil militer, komunitas pekerja, polisi, sukarelawan, serta pasien dan warga Wuhan.

Wuhan telah dikarantina sejak 23 Januari 2020 setelah virus corona atau Covid-19 menyebar mulai Desember 2020. Xi Jinping datang ke Wuhan ketika pertumbuhan kasus Covid-19 melambat. Hari ini, Wuhan, mencatat 19 kasus baru. Ini merupakan pertumbuhan terendah sejak 18 Januari 2020.

Kunjungan personal ini telah dinanti oleh berbagai pihak dan menjadi sinyal positif bahwa situasi berada dalam kontrol yang baik. Sejauh ini, virus Covid-19 telah membunuh 3.900 orang dan menginfeksi 113.000 orang diseluruh dunia. Selain menjangkiti warga China, Covid-19 telah menyebar hingga ke AS, Eropa dan Timur Tengah.

Namun, jumlah kasus di China semakin berkurang. Sebaliknya, jumlah kasus di luar China - terutama Eropa - meningkat tajam. Kondisi yang berangsur membaik di China membuat pejabat di negara tersebut mulai merelaksasi aturan ketat yang sebelumnya diambil untuk mengisolasi Wuhan dan Provinsi Hubei.

"Tren epidemi di Wuhan telah berkurang," ujar Sekretaris Jenderal Central Political and Legal Affairs Commission Chen Yixin. Yixin membantu Wuhan dalam mengatasi penyebaran virus corona. Sejauh ini, kota industri tersebut telah memasuki tahapan baru dalam penanganan virus corona.

Sumber : Bisnis.com/Bloomberg