Sepanjang Februari, 600 Bencana Terjang Indonesia, 123 Orang Tewas

Mobil relawan tengah mengevakuasi warga terdampak banjir dari jebolnya tanggul Sungai Serang di Dusun Bendungan Kidul, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Senin (18/3/2019). - Harian Jogja/Jalu Abdul Rahman
29 Februari 2020 12:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Di bulan kedua di 2020, sejumlah bencana terjadi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 600 lebih bencana terjadi di bulan Februari 2020 hampir di seluruh wilayah di Indonesia.

Catatan BNPB tersebut berdasarkan hasil data dari tanggal 1-27 Februari 2020, adanya korban bencana hingga memakan korban jiwa mencapai 123 orang dan dua orang masih hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo menjelaskan korban meninggal rata-rata diakibatkan bencana hidrometeorologi yang persentasenya 99,85 persen, seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor. Bencana ini masih mendominasi pada bulan Februari ini.

"Sedangkan lebih dari 1,4 juta orang mengungsi," kata Agus Wibowo dalam pernyataan persnya, Sabtu (29/2/2020).

Sehingga korban meninggal akibat bencana yang dapat dirinci BNPB antara lain, korban jiwa akibat banjir berjumlah 102 orang, 16 orang tewas karena longsor, dan 4 orang tewas karena puting beliung.

"Pada periode ini bencana yang terkait dengan iklim dan cuaca memberikan dampak yang luar biasa, tidak hanya korban jiwa tetapi kerugian materil," ujar Wibowo

Adapun kerugian materil untuk rumah warga dengan kerusakan dengan tingkat berbeda karena banjir sebagai berikut, rusak berat (RB) berjumlah 2.013 unit, rusak sedang (RS) 1.148 unit, dan rusak ringan (RR) 2.512 unit. Kemudian, rumah rusak akibat puting beliung rumah RB (Rusak Berat) 514 unit, RS (Rusak Sedang) 620 unit dan RR (Rusak Ringan) 4.428 unit.

"Untuk lbencana longsor merusak rumah RB 52 unit, RS 26 dan RR 200," ungkap Wibowo

Rincian jumlah kejadian bencana sepanjang Februari sebagai berikut, banjir 255 kejadian, 202 puting beliung, 133 tanah longsor, 58 kebakaran hutan dan lahan, sekali gempa bumi, 1 peristiwa kekeringan dan 1 kali peristiwa gelombang pasang.

Kemudian, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan curah hujan tinggi masih terjadi hingga awal Maret di berbagai daerah di Indonesia dan masyarakat diharapkan waspada akan potensi kejadian banjir.

"Awal Maret diprediksi intensitas hujan ada di menengah hingga tinggi. Daerah yang terkena ialah Sumatera bagian selatan, sebagian besar wilayah Jawa, Sulawesi bagian tengah dan sebagian wilayah Papua cukup tinggi potensi hujannya. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai akan terjadinya banjir,” kata Miming

Hal sama turut disampaikan, Deputi Sistem dan Strategi BNPB Bernadus Wisnu Widjaja menambahkan masyarakat agar mengantisipasi datangnya banjir.

"Perlu adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan merutinkan kembali kegiatan kerja bakti, khususnya membersihkan drainase," ungkap Wisnu

Wisnu meminta maayarakat agar dapat memperhatikan lingkungannya. Lantaran melalui data Kementerian PUPR pada kejadian banjir pada 23 Februari 2020 lalu terjadi di 83 titik. Dari sejumlah titik tersebut, 85,54 persen atau 71 titik disebabkan karena drainase, sedangkan sisanya sistem sungai.

Selanjutnya, Pada 24 Februari 2020 lalu, banjir terjadi di 76 titik, dengan rincian karena drainase 65 persen atau 30 titik, sisanya sistem sungai.

"Menggiatkan kembali program kerja bakti di lingkungan masing-masing dengan membersihkan drainase, selokan, saluran air dan sungai di sekitar kita, menghindari buang sampah ke sungai yang dapat menyumbat aliran air," tutup Wisnu.

Sumber : Antara