Advertisement
Jenazah Suspect Virus Corona di RS Kariadi Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan
Ilustrasi virus Corona. - Reuters/Dado Ruvic
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—RSUP dr. Kariadi, Kota Semarang, mengklaim telah menjalankan prosedur dalam menangani jenazah pasien yang menjalani pengawasan terkait penyebaran virus corona. Salah satunya dengan membungkus jenazah pasien itu dengan plastik sebelum dimakamkan.
Hal itu disampaikan Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr. Kariadi Semarang, Agoes Oerip Poerwoko, kepada wartawan di Semarang, Selasa (25/2/2020).
Advertisement
“Saat memandikan jenazah pasien, petugas memakai alat pelindung diri, masker, kacamata, topi sesuai prosedur. Area jalan ke kamar mayat juga kita bebaskan. Lalu, jenazahnya diberi penutup terbungkus plastik untuk memastikan agar tidak menular ke keluarga,” ujar Agoes.
Pasien itu meninggal saat menjalani masa pengawasan karena diduga terjangkit virus corona. Ia menjalani masa observasi karena memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan mengalami sakit dengan gejala batuk dan sesak nafas.
Sebelum meninggal, pasien berusia 37 tahun itu melakukan perjalanan ke Spanyol, lalu transit ke Dubai, dan tiba di Jakarta, lalu Semarang.
Kendati meninggal saat menjalani masa observasi, RSUP dr. Kariadi Semarang memastikan jika pasien itu tidak terjangkit virus corona.
“Meninggal bukan karena virus corona atau Covid-19. Lebih ke gejala pneumonia. Gejalanya kan hampir sama kalau menyerang paru-paru. Sesak nafas, batuk, dan demam,” tutur Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP dr Kariadi Semarang, Nurdopo Baskoro, kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Selasa malam.
Baskoro mengatakan pasien itu sebenarnya memang sudah mengalami gejala sakit yang parah saat datang ke RSUP dr. Kariadi Semarang, Rabu (19/2/2020). Ia bahkan sempat dipasangi alat bantu untuk bernapas.
Namun, setelah menjalani perawatan selama kurang lebih tiga hari, nyawa pasien tersebut akhirnya tidak tertolong. Pasien berjenis kelamin pria itu meninggal dunia di ruang ICU RSUP dr. Kariadi Semarang, Minggu (23/2/2020).
Saat itu, pihak RSUP dr. Kariadi Semarang belum menyimpulkan penyebab kematian pasien itu sehingga penanganan proses pemakamannya pun dilakukan sesuai prosedur pencegahan.
“Beruntung keluarga pasien ada dari bidang kesehatan, maka mudah bagi kami untuk memberi penjelasan,” tutur Baskoro.
Baskoro menambahkan RSUP dr. Kariadi Semarang baru mengetahui pasien tidak terinfeksi virus corona setelah mendapat hasil laboratorium, Senin (24/2/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
- Seleksi Sekolah Rakyat Dimulai, Kemensos Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa
- Meriyati Hoegeng Tutup Usia di 100 Tahun, Kapolri Sampaikan Duka
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Rabu 4 Februari 2026, Cek Jamnya
- Hore! Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Cair Februari-Maret 2026
- Trump Tahan Opsi Militer ke Iran, Israel Justru Desak Serangan
- Program Gentengisasi Prabowo Terkendala Pasokan Bahan Baku
- Pemkab Gunungkidul Tetapkan 7 Program Strategis RPJMD 2025-2029
- Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Rabu 4 Februari 2026
- Fokus Pendidikan Anak, Yayasan TCKN Pastikan Sesuai Prosedur Hukum
Advertisement
Advertisement




