Harga Minyak RI April 2026 Melonjak Jadi 117,31 Dolar AS
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Pekerja dari Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mendisinfeksi area perumahan setelah wabah virus Corona, di Ruichang, Provinsi Jiangxi, China, pada Sabtu (25/1/2020). - Reuters
Harianjogja.com, HAINAN - Satu lagi petugas medis meninggal akibat virus corona. Seorang dokter China di Provinsi Hainan, China selatan meninggal akibat pneumonia yang disebabkan virus corona.
Du Xiansheng meninggal pada Minggu (23/2) di Rumah Sakit Rakyat di Ibu Kota Provinsi Haikou, menurut Komisi Kesehatan Provinsi Hainan.
Dokter berusia 55 tahun itu bekerja di Rumah Sakit Yangjiang di Daerah Qiongzhong. Sebelumnya pada Januari Du didiagnosis terinfeksi virus corona, selagi dirinya sedang bekerja di rumah sakit tersebut. Ia lantas dibawa ke Haikou untuk menjalani pengobatan.
Namun kondisi kesehatan Du memburuk pada 26 Januari dan akhirnya meninggal setelah upaya medis dari para ahli tidak membuahkan hasil.
Hingga berita ini diturunkan pada Senin, terdapat 77.262 kasus COVID-19 dengan jumlah kematian 2.595 orang dan kesembuhan 24.757 orang sebagaimana data Komisi Kesehatan Nasional China (NHC).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.