Libur Sekolah, Penumpang KA di Jogja Melonjak 40 Persen
Penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Jogja melonjak 40 persen saat libur sekolah, capai 63 ribu orang.
Ilustrasi penembakan./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA — Tragedi penembakan mengguncang komunitas Muslim di San Diego, California, Amerika Serikat. Insiden berdarah yang terjadi di Islamic Center of San Diego (ICSD) pada Senin (18/5/2026) waktu setempat menewaskan lima orang, termasuk dua pelaku yang diduga melakukan bunuh diri usai melancarkan aksi.
Gubernur California, Gavin Newsom, mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan tidak akan mentoleransi aksi kekerasan maupun teror terhadap komunitas keagamaan. Ia menyebut serangan itu sebagai tragedi yang merusak rasa aman masyarakat, terutama di ruang ibadah yang seharusnya menjadi tempat damai.
“Hari ini, ruang komunitas ini hancur oleh tembakan senjata. Para jamaah seharusnya tidak perlu hidup dalam ketakutan,” ujar Newsom dalam pernyataan resminya dikutip Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan keterangan aparat, tiga korban tewas merupakan warga sipil, termasuk seorang petugas keamanan yang tengah berjaga di lokasi. Sementara dua pelaku berusia 17 dan 19 tahun ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri setelah kejadian.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendalami motif penyerangan. Dugaan awal mengarah pada kejahatan berbasis kebencian (hate crime), mengingat lokasi kejadian merupakan pusat kegiatan umat Islam terbesar di wilayah tersebut.
Penyelidikan kini melibatkan otoritas federal, termasuk Federal Bureau of Investigation, guna mengungkap latar belakang pelaku dan kemungkinan adanya jaringan atau motif ideologis tertentu.
Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Konsul Penerangan dan Sosial Budaya, Afina Burhanuddin, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan komunitas Muslim Indonesia setempat untuk memastikan kondisi WNI tetap aman.
“Motif penembakan masih dalam penyelidikan. Namun, ada indikasi kuat bahwa ini berkaitan dengan aksi kebencian terhadap komunitas Muslim,” ujarnya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga angkat bicara. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “situasi yang mengerikan” dan memastikan pemerintah federal terus memantau perkembangan penyelidikan secara intensif.
Islamic Center of San Diego sendiri dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas dan ibadah Muslim terbesar di kawasan tersebut, berlokasi sekitar 15 kilometer dari pusat kota San Diego. Insiden ini pun memicu kekhawatiran luas terkait keamanan tempat ibadah serta meningkatnya potensi kejahatan berbasis kebencian di Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Jogja melonjak 40 persen saat libur sekolah, capai 63 ribu orang.
Jonatan Christie kembali bertanding saat Indonesia mengirim 12 wakil ke Japan Open 2026. Fajar/Fikri dan sejumlah pemain andalan siap bangkit di Tokyo.
Polresta Jogja menetapkan 14 tersangka baru dalam kasus Daycare Little Aresha. Total tersangka kini mencapai 27 orang dengan 103 anak tercatat sebagai korban.
Kolombia tim terakhir lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Asia habis tak tersisa, Eropa dominan dengan 7 wakil. Simak daftar lengkap tim lolos!
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.