Berstatus Mahasiswa Kedokteran, 2 WNI yang Tertinggal di Hubei Diyakini Bisa Bertahan dari Virus Corona

Foto ilustrasi. - Reuters
20 Februari 2020 07:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Sebanyak 3 Warga Negara Indonesia yang masih bertahan di Provinsi Hubei, China, di tengah merebaknya virus corona COVID-19. Kementerian Luar Negeri mengungkapkan kondisi terkini mereka.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha mengatakan ketiga WNI itu merupakan mahasiswa yang tersebar di dua kota, Wuhan dan Xianning.

"Di Hubei ada 3 yang masih tinggal di sana. Mereka tinggal di asrama masing-masing, mahasiswa semua," kata Judha saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2020).

Judha memastikan, ketiganya dalam kondisi baik tidak ada yang terpapar virus corona, bahkan dua diantaranya merupakan mahasiswa jurusan kedokteran, sehingga mereka paham mitigasi yang harus dilakukan secara mandiri.

"Bahkan dua adalah mahasiswa kedokteran. Mereka paham protokol kesehatan yang harus dijalani," ungkapnya.

Pemerintah melalui KBRI Beijing selalu memantau kondisi ketiga WNI tersebut dengan menyediakan logistik dan psikolog agar psikis mereka tidak terganggu selama terisolasi.

"KBRI Beijing selalu jalani kontak, kami sudah assigned psikolog untuk menelfon rutin teman bicara, supaya ada teman bicara. Kemudian dukungan logistik dari KBRI," pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus baru infeksi virus korona di China hingga Rabu (19/2/2020) ada 1.749 penderita baru dan 136 korban yang meninggal.

Sehingga angka penderita virus korona di China tercatat 74.185 dan angka kematian mencapai 2.004.

Sedangkan jumlah penderita baru yang dilaporkan turun di bawah 2.000 orang per hari selama dua hari terakhir.

Di Provinsi Hubei -episentrum virus corona- melaporkan 93 kematian baru. Sementara di Kota Wuhan terdapat 72 lagi korban meninggal.

Sumber : Suara.com