Pria Asia Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona daripada Orang Lulit Putih & Hitam

Tenaga medis menggunakan pakaian pelindung khusus saat merawat pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, di Wuhan, Provinsi Hubei, China Rabu (28/1/ 2020). - China Daily via Reuters
30 Januari 2020 18:17 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Penelitian kesehatan menyebutkan virus corona lebih banyak menyerang pria ras Asia dibandingkan dengan orang berkulit putih atau hitam.

Ketua Departemen Mikrobiologi FKUI Fera Ibrahim menuturkan ekspresi sel ini lebih banyak ditemukan di sel epitel paru. Gejala infeksinya adalah saluran pernapasan atas.

"Menariknya, reseptor ini sudah lama diteliti, dan lebih banyak ekspresinya pada laki-laki daripada wanita. Khususnya pada laki-laki Asia, dibandingkan ras kulit putih dan hitam," ungkapnya di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Hingga saat ini, pihak medis dan peneliti belum mengetahui alasan penyebab virus tersebut lebih menyukai sel pria Asia dibandingkan kelompok manusia lainnya. Hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Dia mengungkapkan bahwa virus corona memiliki berbagai tonjolan, sehingga tonjolan itu digunakan untuk menempel pada reseptor di sel dan bereplikasi, menghasilkan partikel virus yang baru.

Virus asal Wuhan ini memiliki RNA rantai positif. Virus ini sensitif terhadap pemanasan, lipid solvent, nonionic deterjen, formaldehyde, oxidizing agents dan beberapa virus stabil pada pH 3.

Untuk menghindari tubuh dari virus corona, Fera merekomendasikan kepada masyarakat agar menjaga pola konsumsi makanan. Seperti, jangan mengkonsumsi hewan yang sakit atau produknya.

Untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh, maka konsumen disarankan untuk membeli ayam beku dari penjual yang legal, masak dengan matang unggas, daging, telur dan susu yang dikonsumsi.

Fera menyarankan kepada masyarakat untuk memisahkan talenan dan pisau untuk mengolah bahan mentah dan matang, cuci tangan ketika mengolah bahan makanan mentah kemudian matang.

Menurutnya, untuk daerah terjangkit, daging aman dikonsumsi jika dimasak dengan matang dan preparasi makanan dengan benar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia