Advertisement
Wabah Diare di Indore India, 9 Tewas Ratusan Dirawat
Sakit perut, diare, maag / Ilustrasi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Wabah diare massal melanda Kota Indore, India Tengah. Sedikitnya sembilan orang meninggal dunia dan ratusan warga lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat air minum
Anggota parlemen India, Kailash Vijayvargiya, mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut pada Jumat (2/1/2026). Hingga saat ini, ratusan warga masih memadati berbagai fasilitas kesehatan di penjuru kota untuk mendapatkan penanganan medis.
Advertisement
Kepala Pejabat Medis Indore, Dr. Madhav Prasad Hasani, menjelaskan bahwa titik awal wabah teridentifikasi di area Bhagirathpur. Berdasarkan pengujian awal terhadap sampel air, ditemukan adanya bakteri berbahaya yang menyebar melalui pipa distribusi utama.
"Air minum di area Bhagirathpur terkontaminasi akibat kebocoran pipa. Saat ini, lebih dari 200 orang dari lokasi yang sama sedang menjalani perawatan," ujar Hasani sebagaimana dilansir Reuters. Pihak medis masih menunggu hasil laboratorium akhir untuk mengidentifikasi jenis bakteri spesifik yang menyebabkan infeksi massal tersebut.
BACA JUGA
Pejabat Administrasi Distrik, Shravan Verma, menyatakan bahwa pemerintah telah mengambil langkah darurat dengan mengerahkan tim dokter untuk melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah (door-to-door). Selain itu, otoritas mulai mendistribusikan tablet klorin secara masif agar warga dapat memurnikan air mereka secara mandiri.
"Kami telah menemukan satu titik kebocoran yang diduga kuat menjadi sumber kontaminasi dan perbaikan sudah dilakukan," kata Verma. Sejauh ini, petugas telah memeriksa 8.571 warga dan mengidentifikasi 338 orang tambahan yang menunjukkan gejala ringan.
Insiden mematikan ini memicu sorotan tajam dan kritik publik. Pasalnya, Indore merupakan ibu kota negara bagian Madhya Pradesh yang selama delapan tahun berturut-turut dinobatkan sebagai "Kota Terbersih di India" dalam peringkat kebersihan nasional.
Wabah ini menimbulkan keraguan besar mengenai pemeliharaan infrastruktur bawah tanah di kota yang selama ini dipandang sebagai model sanitasi terbaik di India. Para ahli mendesak pemerintah untuk melakukan audit total terhadap sistem distribusi air guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Jalan di Wonosari Digali Ilegal, DPUPRKP Gunungkidul Lapor Polisi
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- PSS Sleman Tak Terkalahkan, Duet Fachruddin-Lucao Solid
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- Spesifikasi Mewah Calon Mobil Dinas Gubernur Kaltim Senilai Rp8,5 M
- Gaji Guru PPPK Paruh Waktu dan JLOP Kulonprogo Rp1 Juta
- Aston Martin PHK 20 Persen Karyawan, Terjepit Tarif Impor AS
- Pemkot Jogja Jaga Harga Pangan Ramadan Tetap Stabil
- Maarten Paes Terancam Jadi Kiper Camat di Ajax
Advertisement
Advertisement







