Tanam Ganja dengan Hidroponik, 2 WNA Rusia Ditangkap di Bali

Dua WNA Rusia diamankan Satreskoba Polresta Denpasar dan barang bukti pohon ganja, Senin (27/1/2020). - Ist
28 Januari 2020 03:27 WIB Busrah Ardans News Share :

Harianjogja.com, DENPASARDua orang WNA Rusia ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali karena diduga menanam ganja dengan metode hidroponik.

Masing-masing Iurii Chernov, 31, dan Mishel Kvara Tskheliya, 27, diamankan di rumah kontrakannya di Jimbaran, Badung.

Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan anggotanya, dua WNA Rusia tersebut diduga menanam ganja serta menjual/mengedarkan ganja diwilayah Jimbaran Kuta Selatan, Badung.

"Selama beberapa hari petugas melakukan penyelidikan ditempat tersebut, kemudian pada hari Rabu, 22 Januari 2020, Jam 13.15 wita petugas melihat yang bersangkutan berada di TKP sehingga langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka," kata Ruddi, Senin (27/1/2020).

Dia melanjutkan, pada saat dilakukan penggeledahan badan, petugas tidak menemukan barang bukti, selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di rumah kontrakan dan menemukan barang bukti yang menurut keterangan tersangka barang bukti itu ialah miliknya dan sengaja ditanam sendiri di dalam rumah kontrakannya.

Ruddi melanjutkan, awalnya tersangka datang ke Bali April 2018 dan Juli 2018 diberi hadiah satu pot berisi bibit tanaman ganja oleh temannya bernama Andre asal Rusia yang saat ini keberadaannya tidak diketahui.

"Dia pelajari cara menanam bibit dari youtube dengan cara hidroponik dengan menanam biji ganja yang ditaruh di kapas yang difermentasi dengan air setelah tumbuh ditaruh dalam pipa paralon diberi tanah subur dan pupuk gerenal hidroponik maxibloom, gerenal hydroponic maxigro, gerenal hydroponic additive feeding lalu disinar dengan menggunakan ultraviolet di dalam ruangan khusus," jelasnya.

Keduanya sempat panen 14 batang ganja awal bulan Januari 2020 kemudian menyimpan ke dalam enam toples, bunga, daun, batang kering, namun masih dilakukan pendalaman/penyidikan berkaitan tentang jumlah panen ganja selama dua tahun terakhir.

Mereka mengaku melakukannya karena motif ekonomi dan dijual ke WNA lainnya.

Barang bukti yang berhasil disita di antaranya, enam toples berisi ganja dengan berat bersih 710 gram, 14 pot berisi bibit tanaman ganja, 14 kecambah dalam mangkok kaca kecil, dan perlengkapan menanam lainnya.

Pasal yang disangkakan yakni pasal 111 ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda 800 juta s/d 8 milyar).

Sumber : Bisnis.com