Advertisement

Korban Virus Mirip SARS di China Menjadi 218 Orang

John Andhi Oktaveri
Selasa, 21 Januari 2020 - 12:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Korban Virus Mirip SARS di China Menjadi 218 Orang Staf medis membawa kotak ketika mereka berjalan di rumah sakit Jinyintan, tempat pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh strain baru coronavirus sedang dirawat, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 10 Januari 2020. Foto diambil 10 Januari 2020. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, CHINA- Seorang pakar pemerintah menyebut virus mirip SARS yang pernah menyebar ke seluruh China dan mencapai tiga negara Asia lainnya, dilaporkan telah menular dari manusia ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan akan melakukan pertemuan pekan ini untuk membahas masalah tersebut.

Jenis virus corona baru itu pertama kali ditemukan di pusat Kota Wuhan sebelum memicu kekhawatiran karena hubungannya dengan sindrom pernapasan akut parah (SARS) yang menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003.

Jumlah korban yang didiagnosis terkena virus baru tersebut dilaporkan meningkat menjadi 218 orang.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Beijing dan Shanghai mengonfirmasi kasus pertama pada Senin pekan lalu, sedangkan belasan lainnya menyasar Provinsi Guangdong selatan dan 136 kasus baru ditemukan selama akhir pekan di Wuhan, menurut penyiar stasiun televisi pemerintah CCTV.

Jumlah korban tewas di Wuhan sudah tiga orang, menurut komisi kesehatan setempat seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (21/1/2020).

Para ilmuwan berusaha keras untuk menentukan cara penularannya. Salah satunya dengan meneliti pasar makanan laut di Wuhan yang diyakini sebagai pusat penyebaran.

Tetapi, Zhong Nanshan, seorang ilmuwan terkenal di Komisi Kesehatan Nasional yang membantu mengungkap skala wabah SARS, mengatakan pasien dapat tertular virus baru tanpa mengunjungi kota.

"Saat ini, dapat dikatakan ada fenomena penularan dari manusia ke manusia," katanya dalam sebuah wawancara dengan CCTV.

Di Guangdong, dua pasien terinfeksi oleh anggota keluarga yang mengunjungi Wuhan, ujar Zhong.

Advertisement

Empat belas tenaga medis yang membantu pasien yang terkena virus corona juga telah terinfeksi, katanya. Dia menambahkan bahwa lebih dari 95 dari total kasus terkait dengan Wuhan.

Zhong memperkirakan akan terjadi peningkatan kasus pneumonia virus selama liburan Tahun Baru Imlek ketika jutaan orang bepergian di China. 

 

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Warga Berharap Jalan di Kawasan Industri Semin Gunungkidul Diperbaiki Semua

Gunungkidul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 16:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement