Advertisement
Abdul Somad Haramkan catur, Menag: Enggak Usah Ditanggapi, Malu Diketawain Orang Banyak
Ustaz Abdul Somad memberikan keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8/2019). - Suara.com/Arya Manggala
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-- Pernyataan Ustaz Abdul Somad tentang larangan catur menuai kontroversi.
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi enggan berkomentar banyak terkait pernyataan Ustaz Abdul Somad alias UAS yang mengharamkan olahraga catur. Menurut dia semua orang memiliki referensi yang mungkin saja berbeda-beda.
Advertisement
"Orang semua bisa lihat referensi dari mana pun. Saya selalu bilang ya, sekarang enggak ada orang bisa mengklaim paling tahu, paling hebat," kata Fachrul di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).
Untuk itu, Fachrul pun meminta semua pihak tidak melulu merasa yang paling benar. Dia enggan berkomentar banyak karena khawatir dapat menimbulkan polemik di publik.
BACA JUGA
"Itu enggak usah ditanggapi lah yang gitu-gitu ya. Malu nanti kita, malu diketawain orang banyak," ujarnya.
Sebelumnya, ceramah Ustaz Abdul Somad alias UAS yang sepakat mengharamkan olahraga catur mamancing respons khalayak.Video mengenai ceramah tersebut ramai dibicarakan bersamaan dengan kabar UAS yang mengisi tausiah di Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu, 20 November 2019.
Dari hasil penelusuran, ceramah UAS soal permainan catur diunggah kanal YouTube Teman Ngaji pada 26 Juli 2017 dengan tajuk "Hukum Main Domino dan Catur - Ustadz Abdul Somad Lc MA".
Mulanya, UAS menanggapi pertanyaan seorang jemaah, "Maaf Pak Ustaz boleh enggak main domino untuk mengisi waktu luang biasanya 17 Agustus?".
Tak lama, UAS berkelakar, "Ini rekaman berbahaya".
Kemudian dia memberi jawaban atas pertanyaan itu dengan merujuk pada Mazhab Hanafi. Dia tidak setuju jika permainan catur dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga lantaran membuang waktu.
"Mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, alasannya dua yakni pertama melalaikan salat dan yang kedua menghilangkan waktu berhari-hari," ujar UAS.
"Bahwa ketua persatuan catur marah pada saya, terserahlah tapi saya tidak setuju. Habiskan waktu itu, banyak yang perlu kita pikirkan. Bagaimana politik, bagaimana anak. Ini yang kita pikirkan cem mana pion-pion ini bisa selamat," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
- Antrean Truk di Ketapang Mengular 12 Jam, Sopir Keluhkan Layanan
Advertisement
Stok Elpiji Jogja Aman Pasca-Lebaran 2026, Pangkalan Ditambah Pasokan
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
- Ansyari Lubis Minta PSS Sleman Tampil Maksimal Lawan Kendal Tornado
- 2 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Jember, 1 Tewas dan 1 Hilang
Advertisement
Advertisement







