BNPT Sebut Sudah Beri Info Ancaman Teroris ke Densus Sebelum Insiden Penusukan Wiranto

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). - ANTARA FOTO/ Ist (Dok Polres Pandeglang)
21 November 2019 16:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Aksi teror melanda sejumlah wilayah bahkan pejabat di Tanah Air. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengklaim sudah mendeteksi adanya ancaman terorisme yang mengarah kepada mantan Menkopolhukam Wiranto sebelum ditusuk Syahrial Alamsyah alias Abu Rara di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu.

BNPT  bahkan mengaku sudah memberitahu ancaman itu kepada Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Budiono Sandi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyampaikan data terkait dengan adanya ancaman dari jaringan teroris di Pandeglang.

BNPT memberi tahu kepada Polri khususnya Densus 88 kalau ada potensi ancaman dari teroris.

"Kami sampaikan bahwa dalam kasus kejadian Wiranto dari BNPT sudah beri masukan kami input pada Polri, khususnya Densus 88 baik berupa informasi intelijen dan lainnya mengenai jaringan teroris yang ada di Pandeglang," kata Budiono dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Kamis (21/11/2019).

Bukan berarti menyalahkan Densus 88, Budiono menerangkan bahwa Densus 88 memiliki mekanisme sendiri pasca diberikan informasi tersebut.

"Namun demikian Densus punya mekanisme sendiri dalam melakukan penindakan atas masukan dari berbagai pihak sehingga kewenangan melakukan penindakan ada pada Densus," katanya.

Kemudian dalam rapat itu, anggota Komisi III dari fraksi PDIP Marinus Gea sempat bertanya untuk menegaskan apakah BNPT sudah mendeteksi akan adanya serangan teroris kepada Wiranto.

Budiono lalu menjawab potensi adanya ancaman teror di Pandeglang itu sudah diberitahukan kepada Densus.

"Potensi untuk ancaman teror di Pandeglang dengan ancaman," ujar Budiono.

Untuk diketahui, teroris jaringan JAD, Syahrial alias Abu Rara dan istrinya, Fitri Andriana Binti Sunarto menyerang Wiranto di depan Gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 11.54 WIB.

Penusukan tersebut secara tiba-tiba langsung menyerang atau menusuk perut Wiranto dengan Kunai (pisau kecil ala ninja) secara membabi buta.

Tak hanya Wiranto, kedua pelaku juga menyabetkan punggung Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan H Fuad. Kedua tersangka saat ini diamankan di Mako Polsek Menes Polres Pandeglang.

Sumber : Suara.com