PSI Samakan Rizieq Shihab dengan TKI, Ketum HRS Naik Pitam

Habib Rizieq menunjukkan bukti surat pencekalan dirinya karena alasan keamanan. - Ist/Screenshot Youtube FRONT TV
15 November 2019 15:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli memperdebatkan masalah pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab  dengan Ketua Umum HRS Center Abdul Chair Ramadhan dalam acara Dua Sisi yang disiarkan TvOne pada Kamis (14/11/2019) malam.

Mulanya, Guntur Romli mengatakan, pencekalan Rizieq Shihab tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019 karena Prabowo telah merapat ke kubu Jokowi.

Ia lalu membenarkan bahwa pencekalan Rizieq Shihab oleh pemerintah Arab Saudi terkait keamanan selain ada alasan lain yang tidak dirinci.

"Kalau surat yang beredar di medsos itu benar, di mana tertulis di larang keluar dan dilarang berpergian itu atas surat Kerajaan Arab Saudi, permintaan Intelejen karena alasan keamanan. Dan apa sebab lainnya? Pihak Arab Saudi tidak menyebutkan secara resmi," ungkapnya.

Maka dari itu, pria 41 tahun itu meminta pihak FPI tidak perlu protes kepada pemerintah Indonesia.

"Menurut saya, tidak perlu marah-marah kepada pemerintahan Indonesia karena yang mencekal itu adalah pemerintah atau Arab Saudi," imbuhnya.

Pernyataan itu lantas ditampik oleh Abdul Chair Ramadhan, "Tidak ada yang marah-marah. Gak ada. kita elegan," ungkapnya.

Tapi Guntur Romli kemudian menyinggung status overstay Rizieq Shihab. "Sesuai aturan di Arab Saudi harusnya Rizieq Shihab yang overstay 1,5 tahun itu masuk penjara atau bayar denda. Kalau dia tidak didenda, harusnya dia bersyukur tak dipenjara dan gak disuruh bayar denda masih ngamuk-ngamuk," tutur Guntur Romli.

"Tidak ngamuk-ngamuk, siapa yang mau ngamuk? Tidak ada yang ngamuk-ngamuk," bantah Abdul Chair Ramadhan.

Perdebatan pun kian memanas, ketika Guntur Romli membahas soal permintaan Rizieq yang ingin dipulangkan. "Benar bahwa setiap warga yang ada di luar negeri harus mendapat perlindungan, nah biasanya kasus-kasus seperti TKI dan TKW di Arab Saudi itu sudah ada yang urus," katanya.

Namun pernyataan tersebut menyulut emosi Abdul Chair Ramadhan yang tidak terima Rizieq Shihab disamakan dengan TKI.

"Jangan samakan Rizieq Shihab dengan TKI, Anda salah memilih analogi, tidak tepat," ungkap Abdul Chair sambil memukul meja.

Politikus PSI lantas mempertanyakan sikap Rizieq Shihab terkait pencekalan dirinya. Jangan justru membuat masalah pemerintah di Arab Saudi.

"Apakah Habib Rizieq sudah melakukan hal itu sesuai pernyataan resmi? Datang, kemudian tanya ke pihak imigrasi. Kenapa saya masih dicekal, ditanyakan dong,"

"Jangan ikut ribut dengan pemerintah di sana, Dubes Indonesia di Arab Saudi, Ini kan masalah. Anda kena masalah, jangan lagi bikin masalah baru," pungkasnya.

Sumber : suara.com