Advertisement
Donald Trump Klaim Iran Menyerah
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, WASHINGTON DC—Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan klaim kontroversial dengan menyebut bahwa Iran telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyatakan bahwa Teheran kini dalam posisi terdesak dan berjanji tidak akan lagi melancarkan serangan udara setelah menghadapi gempuran militer berkelanjutan dari pihak AS dan Israel.
Advertisement
"Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan lagi menembaki mereka," ujar Trump melalui media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (7/3/2026).
Trump menilai bahwa situasi ini merupakan momentum bersejarah di mana pengaruh kekuatan Iran di kawasan tersebut runtuh secara signifikan di bawah tekanan pemerintahannya.
BACA JUGA
Ia menambahkan bahwa "ini pertama kalinya dalam ribuan tahun Iran kalah dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya" sehingga mereka berterima kasih kepada dirinya. Mantan pebisnis tersebut mengeklaim bahwa negara-negara di sekitar Iran kini merasa lebih aman.
"Mereka mengatakan 'terima kasih Presiden Trump' dan saya menjawab 'sama-sama'," katanya sesumbar mengenai peran Amerika Serikat dalam peta konflik global saat ini.
Menurut pandangan Trump, Iran kini sudah kehilangan taringnya sebagai kekuatan yang mendominasi atau "perundung" di wilayah Timur Tengah. Sebaliknya, negara itu telah kalah dan akan tetap seperti itu selama beberapa dekade "hingga mereka menyerah dan runtuh."
Di sisi lain, laporan dari kantor berita RIA Novosti mengindikasikan bahwa ketegangan justru akan semakin memuncak dengan adanya ancaman serangan besar-besaran yang direncanakan oleh pihak Washington.
"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target kini sedang dipertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya,” kata Trump di Truth Social terkait rencana eskalasi militer tersebut.
Hingga saat ini, pihak Teheran maupun negara-negara Teluk lainnya belum memberikan pernyataan resmi guna menanggapi klaim sepihak Trump mengenai permintaan maaf tersebut.
Merespons ancaman itu, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, sebelumnya telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan tetap berkomitmen untuk membela diri.
Eskalasi di Timur Tengah ini kian mengkhawatirkan sejak serangan udara masif dimulai pada 28 Februari lalu, yang dilaporkan telah menelan banyak korban jiwa dan memicu aksi balasan berupa serangan pesawat nirawak (drone) serta rudal ke lokasi strategis milik Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
Advertisement
Advertisement







