Advertisement

Donald Trump Klaim Iran Menyerah

Newswire
Sabtu, 07 Maret 2026 - 20:27 WIB
Sunartono
Donald Trump Klaim Iran Menyerah Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, WASHINGTON DC—Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan klaim kontroversial dengan menyebut bahwa Iran telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyatakan bahwa Teheran kini dalam posisi terdesak dan berjanji tidak akan lagi melancarkan serangan udara setelah menghadapi gempuran militer berkelanjutan dari pihak AS dan Israel.

Advertisement

"Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan lagi menembaki mereka," ujar Trump melalui media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (7/3/2026).

Trump menilai bahwa situasi ini merupakan momentum bersejarah di mana pengaruh kekuatan Iran di kawasan tersebut runtuh secara signifikan di bawah tekanan pemerintahannya.

Ia menambahkan bahwa "ini pertama kalinya dalam ribuan tahun Iran kalah dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya" sehingga mereka berterima kasih kepada dirinya. Mantan pebisnis tersebut mengeklaim bahwa negara-negara di sekitar Iran kini merasa lebih aman.

"Mereka mengatakan 'terima kasih Presiden Trump' dan saya menjawab 'sama-sama'," katanya sesumbar mengenai peran Amerika Serikat dalam peta konflik global saat ini.

Menurut pandangan Trump, Iran kini sudah kehilangan taringnya sebagai kekuatan yang mendominasi atau "perundung" di wilayah Timur Tengah. Sebaliknya, negara itu telah kalah dan akan tetap seperti itu selama beberapa dekade "hingga mereka menyerah dan runtuh."

Di sisi lain, laporan dari kantor berita RIA Novosti mengindikasikan bahwa ketegangan justru akan semakin memuncak dengan adanya ancaman serangan besar-besaran yang direncanakan oleh pihak Washington.

"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target kini sedang dipertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya,” kata Trump di Truth Social terkait rencana eskalasi militer tersebut.

Hingga saat ini, pihak Teheran maupun negara-negara Teluk lainnya belum memberikan pernyataan resmi guna menanggapi klaim sepihak Trump mengenai permintaan maaf tersebut.

Merespons ancaman itu, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, sebelumnya telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan tetap berkomitmen untuk membela diri.

Eskalasi di Timur Tengah ini kian mengkhawatirkan sejak serangan udara masif dimulai pada 28 Februari lalu, yang dilaporkan telah menelan banyak korban jiwa dan memicu aksi balasan berupa serangan pesawat nirawak (drone) serta rudal ke lokasi strategis milik Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Mudik Bareng UMY 2026: Ratusan Mahasiswa Perantau Pulang Gratis

Mudik Bareng UMY 2026: Ratusan Mahasiswa Perantau Pulang Gratis

Jogja
| Sabtu, 07 Maret 2026, 21:57 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement