Round-up Asian Games 2026: Karate Tambah Perunggu untuk Indonesia
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Seorang peserta mulai melakukan pemberkasan CPNS di Aula Adikarta, Gedung Kaca kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis (10/1/2019)./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JAKARTA -- Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 telah dibuka sejak Senin (11/11/2019) malam.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi profesi primadona bagi masyarakat Indonesia untuk mengais rezeki. Hal ini terbukti saat pendaftaran CPNS 2018 lalu, pendaftar mencapai 4 juta pelamar. Tingginya minat menjadi PNS, membuat penjual batu akik, logam mulia, hingga jimat kebanjiran pesanan.
Dilansir dari Suara.com, Selasa (12/11/2019), salah satu penjual di Pasar Rawa Bening Jakarta Gems Center, Jatinegara, Jakarta Timur, DKI Jakarta yang bernama Awan mengakui masa-masa pendaftaran CPNS banyak orang yang mendatangi dirinya untuk mencari jimat. Konon katanya, jimat tersebut membuat agar peserta CPNS percaya diri saat menjalani tes.
Awan juga mengakui bahwa ia hanya menjual media jimatnya saja bukan dengan isinya. Namun, jika ada pembeli ingin mengisi jimat tersebut, ia akan memperkenalkan dengan "orang pintar".
"Jadi ini cuma media, belum ada isinya. Nanti yang mengisi itu biasanya orang pintar," kata Awan.
"Saya jual medianya saja masih kosong belum ada isinya. Kalau mau saya bisa bantu kenalin sama \'orang pintarnya\'," sambungnya.
Untuk harga jimat, Awan mengatakan harganya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000.
Berkaca pada pelaksanaan tes CPNS 2018 lalu, jimat memang menjadi barang yang banyak dicari oleh peserta tes CPNS. Buktinya, para peserta banyak membawa jimat ke ruangan ujian. Bahkan, ada juga peserta yang menaruh jimat di pakaian dalamnya. Hal tersebut diungkap oleh Kasubag Hubungan Media dan Antarlembaga Biro Humas BKN, Diah Eka Palupi.
"Yang di Madiun diletakkan di dalam bra," ungkap Diah, Rabu (7/11/2018) lalu.
Meskipun ketahuan, BKN tidak memberikan sanksi kepada peserta tersebut. Hanya saja, akan menyita jimat yang dibawa oleh peserta.
"Enggak ada, enggak ada, sanksinya sanksi sosial, diketawain sama petugas-petugas di sana. Itu malunya setengah mati kan, apalagi kalau ternyata nanti enggak lolos passsing grade, lebih malu lagi,"ujar Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.