Advertisement
Masa Seleksi CPNS, Jimat Diburu Warga, Ini Macam-Macam Bentuknya
Seorang peserta mulai melakukan pemberkasan CPNS di Aula Adikarta, Gedung Kaca kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis (10/1/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 telah dibuka sejak Senin (11/11/2019) malam.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi profesi primadona bagi masyarakat Indonesia untuk mengais rezeki. Hal ini terbukti saat pendaftaran CPNS 2018 lalu, pendaftar mencapai 4 juta pelamar. Tingginya minat menjadi PNS, membuat penjual batu akik, logam mulia, hingga jimat kebanjiran pesanan.
Advertisement
Dilansir dari Suara.com, Selasa (12/11/2019), salah satu penjual di Pasar Rawa Bening Jakarta Gems Center, Jatinegara, Jakarta Timur, DKI Jakarta yang bernama Awan mengakui masa-masa pendaftaran CPNS banyak orang yang mendatangi dirinya untuk mencari jimat. Konon katanya, jimat tersebut membuat agar peserta CPNS percaya diri saat menjalani tes.
Awan juga mengakui bahwa ia hanya menjual media jimatnya saja bukan dengan isinya. Namun, jika ada pembeli ingin mengisi jimat tersebut, ia akan memperkenalkan dengan "orang pintar".
BACA JUGA
"Jadi ini cuma media, belum ada isinya. Nanti yang mengisi itu biasanya orang pintar," kata Awan.
"Saya jual medianya saja masih kosong belum ada isinya. Kalau mau saya bisa bantu kenalin sama 'orang pintarnya'," sambungnya.
Untuk harga jimat, Awan mengatakan harganya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000.
Berkaca pada pelaksanaan tes CPNS 2018 lalu, jimat memang menjadi barang yang banyak dicari oleh peserta tes CPNS. Buktinya, para peserta banyak membawa jimat ke ruangan ujian. Bahkan, ada juga peserta yang menaruh jimat di pakaian dalamnya. Hal tersebut diungkap oleh Kasubag Hubungan Media dan Antarlembaga Biro Humas BKN, Diah Eka Palupi.
"Yang di Madiun diletakkan di dalam bra," ungkap Diah, Rabu (7/11/2018) lalu.
Meskipun ketahuan, BKN tidak memberikan sanksi kepada peserta tersebut. Hanya saja, akan menyita jimat yang dibawa oleh peserta.
"Enggak ada, enggak ada, sanksinya sanksi sosial, diketawain sama petugas-petugas di sana. Itu malunya setengah mati kan, apalagi kalau ternyata nanti enggak lolos passsing grade, lebih malu lagi,"ujar Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
- Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
Advertisement
Ultah ke-80, Sultan HB X Serahkan Hasil Bumi untuk Dibagikan ke Warga
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Film Zona Merah Naik Level, Cerita Zombie Kini Menyasar Kota
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
- KRL Jogja-Solo Padat Seharian, Ini Jadwal Kamis 2 April 2026
- Aniaya Pengguna Jalan di Muja Muju, Bang Jago Ngopo Diringkus Polisi
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement








