Skema Pendidikan Negeri Gratis Mulai Disiapkan, Anggaran Capai Rp824 Triliun
Pemerintah mulai menyiapkan skema pendidikan negeri gratis dari sekolah dasar hingga PTN dengan penerapan bertahap dan penyesuaian ruang fiskal.
Ilustrasi toleransi antar umat beragama./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim terkait pengucapan salam lintas agama dalam sambutan acara resmi justru menebar kecurigaan. Hal tersebut disampaikan oleh politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli.
Menurutnya, MUI semestinya memperkuat toleransi antarumat agama, bukannya membuat gaduh dengan imbauan baru. Pasalnya, lembaga tersebut merupakan bagian dari Indonesia yang menjunjung tinggi asas keberagaman.
Pernyataan itu disampaikan Guntur Romli melalui jejaring pribadinya @GunRomli, sebagai tanggapan artilel berjudul "Ini Imbauan MUI Jatim soal Pejabat Tak Gunakan Salam Pembuka Semua Agama".
"MUI Jatim ini hanya menebar kecurigaan, harusnya dikuatkan kerukunan umat beragama bukan malah adu domba. Ingat di MUI itu dari Indonesia, asas keindonesiaan yang harus diprioritaskan," cuit Gun Romli, Senin (11/11/2019).
Gun Romli kemudian menegaskan, memang ada perbedaan pandangan di antara ulama mengenai salam lintas agama, ada yang melarang dan ada yang memperbolehkan sehingga bersifat khilafiyah.
Namun baginya, lebih penting untuk menjaga kerukunan antarumat agama dibandingkan menyoalkan permasalahan khilafiyah tersebut.
"Salam lintas agama dari sisi doktrin Islam itu khilafiyah, baik yang memperbolehkan & melarang sama-sama punya dalil, tapi yang wajib adalah menjaga kerukunan atas asas keindonesiaan, yang wajib mestinya diprioritaskan atas yang khilafiyah," imbuhnya.
Maka dari itu, Gun Romli meminta oknum penebar kebencian yang mengatasnamakan diri sebagai MUI Jatim pidah negara jika tak mampu menghormati keberagaman.
"Nah yang mengatasnamakan MUI Jatim tapi malah menyebarkan kecurigaan, mau menang sendiri, tidak mau arif melihat asas keindonesiaan, sebaiknya pindah ke Saudi Arabia saja, bisa bikin fatwa suka-suka," pungkas Gun Romli.
Sebelumnya diketahui, MUI Jawa Timur menerbitkan imbauan agar umat Islam dan pejabat publik menghindari pengucapan salam semua agama dalam pidato sambutan pada acara resmi.
Imbauan yang dikeluarkan MUI Jatim terkait fenomena pengucapan salam lintas agama dalam sambutan di acara resmi. Bahkan, imbauan itu termuat dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin tertanggal 8 November 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemerintah mulai menyiapkan skema pendidikan negeri gratis dari sekolah dasar hingga PTN dengan penerapan bertahap dan penyesuaian ruang fiskal.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.