Advertisement
Pemilu Myanmar Digelar, Pertama Sejak Kudeta Militer 2021
Peta negara Myanmar / Google Maps
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemungutan suara fase pertama pemilihan umum di Myanmar dimulai pada Minggu pagi, menandai pemilu pertama yang digelar sejak kudeta militer pada 2021. Pemilu ini berlangsung di tengah konflik internal berkepanjangan dan situasi politik yang masih berada dalam status darurat.
Menurut laporan kantor berita China Xinhua, pemungutan suara tahap awal dilaksanakan di 102 kota kecil. Tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 25 Januari 2026. Pemungutan suara pada Minggu dimulai pukul 06.00 waktu setempat.
Advertisement
Pemilu ini menjadi perhatian internasional karena digelar lebih dari empat tahun setelah pemerintahan terpilih yang dipimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi digulingkan oleh militer. NLD sebelumnya memenangkan pemilu nasional pada November 2020.
Meski pemerintah militer membubarkan sekitar 40 partai politik pada 2023, termasuk NLD, setidaknya enam partai politik masih ikut serta dalam fase pertama pemilu. Total terdapat 4.963 kandidat yang bersaing di tingkat nasional.
BACA JUGA
Selain itu, lebih dari 50 partai politik berkompetisi di tingkat regional. Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didukung militer menjadi salah satu peserta utama dengan mengajukan sekitar 1.018 kandidat.
Myanmar memiliki parlemen bikameral dengan total 664 kursi, terdiri dari 440 kursi majelis rendah dan 224 kursi majelis tinggi. Setelah pemungutan suara rampung, parlemen diwajibkan bersidang dalam waktu tiga bulan untuk memilih ketua parlemen dan presiden.
Presiden terpilih nantinya akan menunjuk perdana menteri untuk membentuk pemerintahan baru. Namun, proses ini berlangsung di tengah konflik etnis bersenjata yang masih terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.
Sejak kudeta militer, Myanmar yang berpenduduk lebih dari 54 juta jiwa itu dilanda konflik internal berkepanjangan antara militer dan kelompok bersenjata etnis. Kondisi ini menyebabkan ribuan korban jiwa serta lebih dari 3,5 juta warga terpaksa mengungsi.
Pelaksanaan pemilu Myanmar ini diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas politik, meski tantangan keamanan dan legitimasi politik masih membayangi proses demokrasi di negara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
Advertisement
Advertisement








