Peluang Gibran Maju Jadi Wali Kota Solo Masih Terbuka Lebar

Gibran Rakabuming Raka. - Suara.com/Tyo
28 Oktober 2019 14:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Peluang bagi putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo menurut Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani masih terbuka lebar, meski DPC PDIP Solo telah memiliki calonnya sendiri dan telah diajukan.

Puan mengatakan, kesempatan Gibran masih sama dengan calon-calon lainnya yang juga ikut mendaftar. Adapun mekanisme pendaftaran, kata dia, dapat melalui DPC, DPD, dan DPP.

“Jadi mendaftar di DPC, mendaftar di DPD, kemudian kalaupun di DPD itu sudah tutup, kemudian yang bersangkutan itu bisa mencalonkan melalui DPP partai. Jadi jenjang itu sebenarnya masih bisa dilakukan dan mekanisme itu bisa saja dilakukan," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Menurut Puan, sejauh ini, belum ada keputusan resmi soal siapa yang diajukan oleh PDIP untuk posisi calon Wali Kota Solo. Ia mengatakan, setiap pendaftar termasuk Gibran, nantinya bakal mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan sebelum akhirnya diputuskan maju atau tidaknya pada Pilkada Solo 2020.

“Jadi memang selama belum ada keputusan kita membuka lebar pintu pendaftaran bagi siapa saja yang berminat untuk maju pilkada atau menjadi calon yang akan ikut pilkada melalui jenjang kepartaian tersebut,” kata Puan menjelaskan.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo angkat bicara terkait pertemuan antara putra sulung Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Kamis (24/10/2019).

Menurutnya, pertemuan itu tak ubahnya sebagai pertemuan yang biasa, yakni antara kader dengan ketua umumnya.

Ia menilai memang tidak pernah ada larangan bagi kader untuk bertemu dengan ketua umumnya. Disinggung mengenai keterkaitan dengan rekomendasi sebagai bakal calon Wali Kota Solo, Rudy mengatakan, bahwa DPC sudah mempunyai pilihan yakni Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.

"Kami sudah menugaskan pak Pur [Achmad Purnomo] dan pak Teguh untuk maju, dan ini sudah dibawa ke DPP. Kalau nanti rekomendasinya lain, saya tidak ingin berandai-andai," ucapnya saat ditemui di rumah dinas Wali Kota di Loji Gandrung, Kamis (24/10/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Solo itu menambahkan, siapapun nanti yang akhirnya berhak mendapatkan rekomendasi dari DPP, pihaknya juga akan punya keputusan sendiri.

"Siapa pun yang nantinya akan mendapatkan rekomendasi, saya punya keputusan sendiri," katanya.

Hanya saja, Rudy tidak menjelaskan secara rinci, mengenai keputusan tersendiri tersebut seperti apa.

Sumber : suara.com