Menteri Terawan Fokus pada Penyelenggaraan JKN

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan pada Kamis (24/10 - 2019)
25 Oktober 2019 05:37 WIB Ria Theresia Situmorang News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pada Kamis (24/10/2019) kemarin, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar acara pisah sambut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari Nila F. Moeloek di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan. 

"Pertama-tama atas nama pribadi dan keluarga saya ucapkan selamat pada Bapak Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) yang sudah dilantik sebagai menteri kesehatan periode 2019-2024 oleh Bapak Haji Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin," ujar Nila F. Moeloek. 

Dalam kata sambutannya, Nila menyebutkan beberapa pencapaiannya dalam lima tahun terakhir menjabat menteri dan mengucapkan terima kasih bagi beberapa pegawai di lingkungan Kemenkes seperti Program Nusantara Sehat, Gerakan Masyarakat, Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan lain-lain. 

"Tentu masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan ini memang belum sempurna. Masih banyak hal yang harus kita lakukan lagi. Kepada Bapak Terawan sebagai Menteri Kesehatan tolong dilanjutkan estafet pembangunan kesehatan ini menuju rakyat Indonesia yang sehat menuju Sumber Daya Manusia yang unggul Indonesia maju," sambungnya. 

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto juga menyambut baik acara serah terima jabatan dari Nila F. Moeloek dengan mengungkapkan apresiasinya terhadap pencapaian Kemenkes selama lima  tahun terakhir ini. 

"Ijinkan saya menyampaikan arahan Bapak Presiden beberapa isu kesehatan yang diamanatkan Bapak Presiden untuk diselesaikan ada dua isu utama yaitu masalah stunting dan mohon izin masalah JKN," ungkap Terawan. 

Masalah kesehatan lain, menurut Terawan yang menjadi perhatian Presiden RI Joko Widodo adalah harga obat dan alat kesehatan yang tinggi dan masih rendahnya penggunaan alat kesehatan dalam negeri di rumah sakit. 

"Pada era Ibu Nila telah dijalankan Jaminan Kesehatan Nasional. Saya menyadari sepenuhnya seberapa besar tantangan yang ibu hadapi dalam penyelenggaraan JKN. Namun yang kita lihat peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti kalau JKN sangat dibutuhkan. Untuk itu kita cari solusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi saat ini," ungkapnya. 

Sumber : bisnis.com