Menteri Agama dari Kalangan Militer, PBNU Sebut Banyak Kyai Kecewa

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik dengan didampingi istri dan suami mereka di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
23 Oktober 2019 18:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Fachrul Razi sebagai Menteri Agama periode 2019-2024. Fachrul diketahui merupakan mantan kalangan militer. Pilihan Jokowi tersebut mengundang banyak kekecewaan serta protes dari kalangan kiai di berbagai daerah.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Robikin Emhas mengatakan bahwa para kiai tersebut tentu memahami kalau posisi menag itu mesti paling depan untuk memberantas radikalisme di Indonesia.

"Para kiai paham Kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama," kata Robikin kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Para kiai paham kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Namun para kiai tak habis mengerti terhadap pilihan yang ada.

Robikin kemudian menerangkan selama ini para kiai di daerah merisaukan fenomena pendangkalan pemahaman agama yang ditandai merebaknya sikap intoleran. Lebih parahnya, sikap ekstremis tersebut mayoritas mengatasnamakan agama.

"Semua di luar kelompoknya kafir dan halal darahnya. Teror adalah di antara ujung pemahaman keagamaan yang keliru seperti ini," ujarnya.

Dengan adanya kondisi tersebut, NU sudah lama terus bekerja untuk mengingatkan bahaya radikalisme tersebut.

"Bahkan NU menyatakan Indonesia sudah kategori darurat radikalisme, disamping darurat narkoba dan LGBT," tuturnya.

Namun, Robikin mengungkapkan meskipun keresahan NU itu dirasakan dalam waktu lama, para kiai tetap bingung dengan pilihan Jokowi.

"Namun para kiai tak habis mengerti terhadap pilihan yang ada," tandasnya

Sumber : Suara.com