Advertisement
Ida Fauziah Jabat Menaker, Ini Respons Serikat Pekerja
Ida Fauziah berfoto bersama santri saat mencalonkan diri sebagai Wagub Jateng. - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Politisi Partai Kebangkitan Bangsa, Ida Fauziah, resmi dilantik sebagai Menteri Ketenagakerjaan menggantikan rekan satu partainya, Hanif Dhakiri.
Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat mengatakan ada dua catatan dengan dilantiknya Ida sebagai Menaker.
Advertisement
Pertama, jika menilik latar belakangnya, Mirah menilai Ida Fauziah belum pernah berkaitan langsung dengan isu ketenagakerjaan, baik dalam provinsi maupun nasional.
"Tetapi, saya kira, kami [pekerja] berharap beliau paling tidak bisa memantau atau update isu yang berkaitan dengan tenaga kerja yang sedang gencar saat ini," kata Mirah kepada Bisnis.com, Rabu (23/10/2019).
BACA JUGA
Kedua, Mirah menilai posisi Menteri Tenaga Kerja selama ini adalah posisi politis. Sebab, dalam 5 tahun ini posisi tersebut selalu menjadi jatah PKB. Sehingga menurutnya tidak ada profesionalitas didalamnya.
"Ketiga, kami berharap bu Ida Fauziah bisa bekerja sama dengan buruh, aktivis serikat pekerja, jika akan membahas masalah tenaga kerja seperti pengupahan, TKA, kemudian dari sisi vokasi atau training untuk hadapi industri 4.0 dan soal PHK yang merupakan dampak dari industri 4.0 dan lesunya ekonomi kita. Menurut saya PHK akan banyak terjadi di tahun-tahun berikutnya."
Sementara itu, sejumlah pekerjaan rumah terkait ketenagakerjaan juga sudah menanti untuk diselesaikan oleh Ida. Apa saja?
Pertama, revisi undang-undang ketenagakerjaan. Presiden Joko Widodo dalam wawancara dengan Bloomberg, menyatakan revisi UU ketenagakerjaan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Alih-alih sudah dibahas, draft revisi pun masih belum ada.
Selain revisi UU Ketenagakerjaan, Ida juga harus menyelesaikan sejumlah PR lainnya yaitu meningkatkan kapasisatas pekerja, perlindungan pekerja migran, dan penyediaan lapangan kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
- Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
Advertisement
Bus DAMRI Jogja-Bandara YIA Beroperasi Rabu, Tarif Rp80.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- PHRI DIY Bidik Okupansi Hotel 85 Persen pada 2026
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Januari
- SBY Tegaskan Hanya AHY Matahari di Partai Demokrat
- Liverpool Tekuk Barnsley 4-1, Lolos ke Putaran Keempat FA Cup
- BMKG: Sebagian Besar Kota Besar Diguyur Hujan Hari Ini
- Jadwal Kereta Bandara YIA Xpress Selasa 13 Januari 2026
- Bajak Laut Culik 4 WNI dari Kapal Ikan di Perairan Gabon
Advertisement
Advertisement




