Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Ini Respons PAN

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusuma Wardhani
22 Oktober 2019 16:17 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menugaskan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi lawan politiknya pada pemilu 2019 untuk bidang pertahanan. Kemungkinan dia akan jadi Menteri Pertahanan.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan bahwa siapapun yang diminta jadi pembantunya, itu adalah hak prerogatif presiden. Termasuk jika itu Gerindra.

“Sekali lagi bagi PAN tidak masalah itu hak penuh Jokowi disambut oleh Prabowo. Ya, itu lah politik kita bahwa hari ini kawan, yang lalu bisa berseberangan itu adalah hal biasa,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Yandri menjelaskan bahwa partainya tidak merasa ditinggalkan saat Gerindra memilih jadi koalisi. Sikap tersebut dia hormati.

“Tapi tentu kita kaget juga Prabowo mau jadi menteri ya. Saya tidak kebayang itu capres nanti raker [rapat kerja] sama komisi 1 gitu kan. Nanti jangan-jangan [kami sapa] Pak Capres, eh bukan Pak Menteri gitu. Nah, nanti orang nanya begitu kan,” jelasnya.

Yandri yang juga juga Sekretaris Fraksi PAN Dewan Perwakilan Rakyat menuturkan bahwa dengan menjadi menteri, itu membuat Prabowo memiliki kesempatan kembali untuk mengabdi untuk negara.

Tak lama setelah Presiden Soeharto lengser pada 1998, Prabowo yang saat itu adalah Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus diberhentikan dengan hormat dari dinas militer.

“Mungkin itu juga mimpi besar Prabowo bisa aktif kembali, atau mungkin bisa membersihkan nama baiknya selama ini banyak pro kontra ya kan,” ucapnya. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia