Dari Orang Biasa hingga Dikenal Dunia, Ini Karir Politik Jokowi

Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan usai bertemu pimpinan MPR di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani
20 Oktober 2019 12:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Hari ini Presiden Joko Widodo akan resmi dilantik sebagai presiden untuk kedua kalinya. Jika periode pertama dia bersama Jusuf Kalla sebagai wakil presiden, kali ini Jokowi didampingi K.H. Ma’ruf Amin. Berdasarkan riwayat hidup yang dikumpulkan Bisnis.com dari berbagai sumber, pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini memulai karir politik dari bawah.

Tak pernah sekali pun Jokowi meletakkan kata politik dalam target hidup. Itulah kenapa dia selalu menjawab tercebur saat ditanya alasan menjadi politisi.

Lahir dari keluarga biasa saja bahkan harus membantu orang tua ikut berdagang sampai menjadi ojek payung, Jokowi mengawali karir sebagai pegawai PT Kertas Kraft Aceh pada 1986. Dua tahun berselang, dia memutuskan menjadi pengusaha mebel.

Dari usaha berbahan dasar kayu, Jokowi kemudian didapuk mejadi Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komisariat Daerah Solo pada 2002. Dari sinilah nama alumnus Universitas Gadjah Mada itu mulai tenar.

Dua tahun berselang dorongan agar Jokowi mulai berpolitik kian gencar. Akan tetapi dia terus menolak. Barulah awal 2015 Jokowi memastikan diri ikut pemilihan Wali Kota Solo. Dia menggandeng Hadi Rudyatmo sebagai pasangannya.

Jokowi-Rudi lalu menjadi orang nomor satu dan dua di Solo. Keduanya kemudian menjadi petahana dan menang telak dari lawannya. Jokowi-Rudi menjadi kepala daerah untuk periode kedua.

Belum selesai mengemban tugas di Solo, Jokowi ditarik untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Di Pilgub DKI Jakarta, Jokowi berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama.

Pasangan calon yang tenar dengan sebutan Jokowi-Ahok kemudian menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih setelah berlangsung pemilihan dua putaran.

Jokowi lagi-lagi tidak selesai menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kali ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tempat Jokowi berpolitik mengusungnya menjadi calon presiden.

Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla. Mereka menjadi kepala negara setelah mengalahkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Pemilihan presiden 2019—2024 kembali mempertarungkan Jokowi dan Prabowo. Kali ini mereka menggandeng pasangan lain.

Jokowi bersama Ma’ruf Amin sementara Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno. Hasilnya, Prabowo kembali harus mengakui Jokowi lebih dipercaya oleh rakyat.

Beberapa jam lagi, Jokowi akan disahkan sebagai presiden. Ini saatnya janji-janji politik Jokowi selama pemilu ditunggu masyarakat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia