Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Tangkapan layar Facebook akun Komunitas Peduli Malang mengenai peristiwa penamparan terhadap 10 siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang oleh motivator di acara seminar kewirausahaan. /Suara.com-Facebook.
Harianjogja.com, MALANG--Tangis Wali Kota Malang, Sutiaji langsung pecah saat bertemu dengan sepuluh siswa SMK Muhammadiyah Malang yang menjadi korban tamparan salah seorang motivator, Agus Setiawan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di SMK tersebut, Kamis (17/10/2019).
Sutiaji tak mampu menahan isak tangisnya, bahkan berhenti sesaat ketika berdialog dengan para siswa yang menjadi korban tamparan motivator, orang tua/wali siswa, guru-guru SMK Muhammadiyah 2 Malang, serta jajaran pengurus yayasan, Jumat (18/10/2019).
"Saya membayangkan kalau mereka ini anak saya. Anak saya ada yang seusia para korban ini. Mereka ini adalah calon pemimpin di masa depan," ucapnya.
Ia menyesalkan kejadian kekerasan ini sampai terjadi di Kota Malang. Apalagi, Kota Malang adalah kota pendidikan. "Saya dan Kota Malang tertampar dengan peristiwa kekerasan di lingkungan sekolah ini," jelasnya.
Sutiaji mengaku tertampar dengan kejadian ini karena tidak sesuai dengan visi misinya yang menjadi Malang kota bermartabat. "Saya pernah dipendidikan. Saya tahu, dan saya tidak suka ada orang yang memperlakukan siswa seperti itu," ujarnya.
Pada pekan depan, politikus Partai Demokrat itu akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Kota Malang guna mengedukasi para kepala sekolah dalam mendidik para siswa, bahkan memberikan cara (tips) dalam memilih motivator dalam setiap kegiatan program pendidikan.
"Nanti para sekolah kalau mau mengundang motivator harus tau dulu track recordnya. Beneran motivator atau tidak. Itu harus sepengatahuan kami dan harus diinformasikan ke kami. Ini yang menjadi PR," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.