Pengamat Sebut Amien Rais Penentu PAN Koalisi atau Oposisi

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4). - Suara.com/Muhaimin A Untung
16 Oktober 2019 13:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin menilai Amien Rais menjadi penentu bergabung atau tidaknya Partai Amanat Nasional (PAN) dengan partai koalisi Jokowi.

Menurut Ujang, Ketua Dewan Kehormatan PAN tersebut memiliki kekuatan yang cukup besar di partainya, dan sebagian besar kadernya masih mengikuti perintah dari Amien Rais.

"Iya, Pak Amien Rais dari dulu. Misalnya kemarin faktor PAN memilih oposisi menjelang pilpres, itu kan karena Pak Amien Rais," ucap Ujang saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Rabu (16/9/2019).

"Nah sekarang apakah oposisi atau di dalam kabinet, itu faktor Amien Rais juga. Karena sesungguhnya Pak Amien Rais memiliki saham di PAN, kader-kader lebih ikut (perintahnya) Amien Rais," kata Ujang menambahkan.

Selain itu, ia menyebut bahwa PAN merupakan salah satu partai yang tidak diterima oleh kubu parpol Jokowi. Hal tersebut pun berbeda dengan posisi Gerindra, dan Demokrat yang cenderung mendapatkan pintu untuk bergabung dengan koalisi.

"Kan kita tahu, PAN ini resistensinya yang paling enggak diterima sama parpol koalisi Jokowi. Kalau Gerindra masih diterima PDIP, kalau Demokrat tidak diterima PDIP, tapi diterima oleh parpol lain. Tapi kalau PAN ini tidak diterima PDIP, tidak diterima yang lain-lain," paparnya.

Seperti diketahui, pada Senin, 14 Oktober 2019, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) diterima di Istana Merdeka oleh Presiden Jokowi. Jokowi mengakui telah mengajak Zulhas untuk bergabung menjadi partai koalisi yang mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Namun Jokowi mengakui pertemuan empat mata dengan Zulhas belum menghasilkan kesepakatan apapun. Apalagi sampai ke pembagian kursi menteri di Kabinet Kerja jilid II.

https://www.youtube.com/watch?v=5ws6uBtBaMU

Sumber : Okezone.com