Kondisi Wiranto Membaik, Sudah Cerita soal Pelantikan Presiden

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). - ANTARA FOTO/ Ist (Dok Polres Pandeglang)
15 Oktober 2019 13:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menjadi korban penusukan teroris, Kamis (10/10/2019). Hari ini, Selasa (15/10/2019), kondisi kesehatannya semakin membaik dan sudah mulai bisa berbincang banyak hal.

Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

"Alhamdulillah baik. Jadi tadi begitu saya datang beliau cerita pariwisata kita bagus ya. 'Tadi saya nonton tv'. Nah berarti baik-baik," kata Arief Yahya di RSPAD Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Mereka juga berbincang mengenai pelantikan kabinet Indonesia Kerja, namun Arief tak merinci isi perbincangan tersebut

"Cerita tentang pelantikan kabinet," jawab Arief singkat.

Selain itu, Mereka juga sempat berbincang mengenai pariwisata di Gorontalo, lalu Wiranto terkenang masa lalu saat lulus Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang tahun 1968 silam, kala itu Wiranto yang masih berpangkat Letnan Dua (Letda), mendapat tugas sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 713 Satya Tama.

“Saya cerita Gorontalo karena beliau pernah tugas di sana juga 100 persen lah kita cerita oke. 'Oiya saya pernah di sana dulu'. Jadi menurut saya kondisinya alhamdulillah baik, segar lagi," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, teroris jaringan JAD, Syahrial alias Abu Rara dan istrinya, Fitri Andriana Binti Sunarto menyerang Wiranto di di depan Gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 11.54 WIB. Penusukan tersebut secara tiba-tiba langsung menyerang atau menusuk perut Wiranto dengan Kunai (pisau kecil ala ninja) secara membabi buta.

Tenaga Ahli Menkopolhukam, Agus Zaini mengatakan Wiranto telah menjalani proses operasi pemotongan usus halus sepanjang 40 sentimeter dan kini tengah dalam proses pemulihan.

Namun hingga lima hari masa perawatan, belum ada keterangan medis resmi dari Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad.

Tak hanya Wiranto, kedua pelaku juga menyabetkan punggung Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan H Fuad. Kedua tersangka saat ini diamankan di Mako Polsek Menes Polres Pandeglang.

Sumber : Suara.com