Ungkap Penculikan Relawan Jokowi, Polisi Akan Periksa Sekretaris FPI

Ninoy Karundeng, pegiat medsos yang juga relawan Jokowi dalam kondisi lebam. - Facebook.
08 Oktober 2019 16:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Polda Metro Jaya berencana memeriksa Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial yang juga relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng.

"Nanti Pak Munarwan akan dimintai keterangan," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/10/2019).

Pemeriksaan itu, kata Argo, rencananya dilakukan pada Rabu, 9 Oktober 2019. Namun, Argo tidak merinci pukul berapa pemeriksaan itu akan dilaksanakan. Dalam pemeriksaan besok, Munarman akan digali keterangannya sebagai saksi.

"Agendanya hari Rabu," ucapnya.

Argo menjelaskan pemeriksaan terhadap Munarman perlu dilakukan lantaran dirinya disebut-sebut oleh salah seorang tersangka berinisial S, yang juga sebagai Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tempat Ninoy dianiaya.

Munarman diduga memberikan perintah terhadap tersangka S untuk menghapus rekaman kamera closed circuit television (CCTV) masjid dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian.

Ninoy Karundeng diduga diculik lalu disekap dan dianiaya sekelompok orang di sebuah masjid di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin, 30 September 2019.

Dari kejadian tersebut, tersebar sebuah video yang berisikan Ninoy Karundeng dengan wajah babak belur tersebar luas di media sosial.

Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria pada sebuah ruangan. Kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin kemarin, Ninoy Karundeng mengaku ada seseorang yang dipanggil habib merencanakan pembunuhan terhadapnya.

Sumber : Antara