Advertisement

Perundingan Nuklir, Korut: AS Tak Punya Usulan Alternatif

John Andhi Oktaveri
Senin, 07 Oktober 2019 - 08:27 WIB
Sunartono
Perundingan Nuklir, Korut: AS Tak Punya Usulan Alternatif Sebuah rudal diluncurkan selama pengujian di lokasi tak dikenal di Korea Utara, dalam gambar tak bertanggal ini yang disediakan oleh KCNA pada 7 Agustus 2019. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Korea Utara (Korut) menilai Amerika Serikat tak punya usulan alternatif lain  untuk dibawa ke perundingan nuklir yang gagal di Stockholm, Swedia. Sebelumnya, pembicaraan tingkat pejabat antara utusan AS dan Korea Utara dibatalkan pada Sabtu (5/10/2019).

Kemenlu AS menyatakan telah menerima undangan Swedia untuk kembali berunding dengan Pyongyang dalam dua pekan ini.

Korea Utara menyatakan bola sekarang ada di pihak AS dan memperingatkan bahwa Washington hanya punya waktu sampai akhir tahun untuk mengubah arah.

"Kami tiak memiliki niat untuk mengadakan negosiasi yang memuakkan seperti terjadi kali ini di Swedia sebelum AS mengambil langkah substansial untuk menarik diri sepenuhnya dari kebijakan bermusuhan terhadap Korea Utara," menurut pihak Kemenlu Korea Utara seperti dikutip Reuters, Senin (7/10//2019). 

Menlu Swedia, Ann Linde mengatakan pembicaraan AS-Korut cukup konstruktif. Namun, ada pandangan yang agak berbeda tentang apa yang harus dicapai pada pertemuan itu.

Menurutnya Swedia siap membantu para pejabat kedua negara jika memutuskan untuk bertemu lagi.

“Dalam dua minggu atau dua bulan masih mungkin untuk dicapai kesepakatan. Tetapi hal itu sepenuhnya tergantung pada kedua belah pihak,” katanya. 

Akan tetapi, tidak jelas apakah Korea Utara akan kembali ke meja perundingan. Pyongyang bisa saja menggunakan strateginya untuk mendapatkan konsesi keuntungan tambahan dalam perundingan, menurut sejumlah ahli. 

"Mereka ingin menciptakan kesan bahwa penyebab kebuntuan itu adalah pihak AS dan memaksa negara itu untuk kembali berunding dengan melibatkan Presiden Trump dalam pertemuan puncak,” ujar Mintaro Oba, mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS.

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Waspada! Baru Lima Bulan, Sudah Ada 1.200 Kasus DBD di DIY

Jogja
| Rabu, 06 Juli 2022, 20:27 WIB

Advertisement

alt

Girls, Ini Tips Solo Travelling untuk Anda

Wisata
| Selasa, 05 Juli 2022, 16:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement