Advertisement

Korut Tembakkan 2 Rudal, AS Berupaya Mulai Kembali Perundingan

John Andhi Oktaveri
Senin, 12 Agustus 2019 - 07:47 WIB
Budi Cahyana
Korut Tembakkan 2 Rudal, AS Berupaya Mulai Kembali Perundingan Sebuah rudal diluncurkan selama pengujian di lokasi tak dikenal di Korea Utara, dalam gambar tak bertanggal ini yang disediakan oleh KCNA pada 7 Agustus 2019. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba rudal baru di bawah pengawasan Pemimpin Kim Jong-un. Amerika Serikat pun berusaha untuk memulai kembali perundingan nuklir dengan Pyongyang.

Peluncuran rudal pada Sabtu (10/8/2019) adalah ujian kelima Korut dalam dua minggu sebagai bentuk protes atas latihan militer tahunan yang berlangsung antara Seoul dan Washington yang selalu membuat marah Pyongyang.

Para pejabat pertahanan di Seoul mengatakan Pyongyang menembakkan dua rudal balistik jarak pendek. Rudal itu meluncur sejauh  400 km sebelum jatuh di lautan antara semenanjung Korea dan Jepang.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kantor berita KCNA tidak memberikan spesifikasi teknis, namun menyebutkan rudal itu merupakan "senjata baru" yang dikembangkan agar sesuai dengan "kondisi medan" negara tersebut.

Surat kabar resmi Rodong Sinmun memuat beberapa foto yang menunjukkan Kim yang sedang tersenyum lebar dikelilingi oleh para pembantunya ketika dia mengamati ujian itu.

Kim Dong-yub, seorang peneliti di Institute for Far Eastern Studies, mengatakan senjata itu kemungkinan merupakan rudal balistik jarak pendek baru yang merupakan bagian dari modernisasi kemampuan militer Pyongyang seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (12/8/2019).

Rudal-rudal itu adalah "versi Korea Utara dari sistem serangan balasan berbiaya rendah, efisiensi tinggi" yang ditujukan untuk "melumpuhkan sistem pertahanan rudal" di Korea Selatan, uja Kim menambahkan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh KCNA kemarin, kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan penolakan Korea Selatan untuk membatalkan latihan bersama dengan AS telah secara efektif mengacaukan prospek pembicaraan masa depan dengan Seoul.

"Mereka lebih baik mengingat bahwa dialog ini akan diadakan secara ketat antara (Korea Utara) dan AS, bukan antara Utara dan Selatan," katanya.

Advertisement

Presiden AS Donald Trump bertekad untuk mengamankan perjanjian denuklirisasi dengan Korea Utara menjelang pemilihan presiden AS tahun depan meski ada gangguan dalam pembicaraan sejak dia pertama kali bertemu Kim dalam pertemuan puncak bersejarah di Singapura pada Juni 2018.

Bahkan, setelah pertemuan puncak kedua yang gagal pada bulan Februari, Pyongyang terus menguji coba rudal jarak pendek. Akan tetapi Trump enggan mengkritik pemimpin Korea Utara itu.

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Siarkan Konten Radikal hingga Larangan Vaksinasi, Lembaga Penyiaran di DIY Disanksi

Jogja
| Kamis, 29 September 2022, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement